Pendidikan

Potret Buram Dunia Pendidikan, Siswa Kelas Jauh SMAN 1 Padang Bersama Orang Tua Demo ke Kantor Gubernur

784
×

Potret Buram Dunia Pendidikan, Siswa Kelas Jauh SMAN 1 Padang Bersama Orang Tua Demo ke Kantor Gubernur

Sebarkan artikel ini

PADANG – Ratusan siswa SMAN 1 Padang, kelas X didampingi  orang tua menggelar aksi damai di kantor Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Senin (26/9) sekitar pukul 13.00 WIB.

Dalam aksi tersebut mereka menuntut persamaan hak agar dapat belajar bersama sebagaimana dengan siswa kelas lainnya pada kampus I di Jalan Belanti Raya, Lolong Belanti, Kecamatan Padang Utara. Sebagaimana diketahui selama ini kelas X belajar di kampus II SMA 1 di kompleks gedung SMA Bunda, jalan Bunda, Ulak Karang, Kecamatan Padang Utara.

Fifi, salah seorang orang tua siswa mengatakan, dalam proses belajar mengajar sebanyak 108 siswa kelas X SMAN 1 Padang telah ditempatkan pada kampus II sebab menurut Fifi, ruangan tersebut tidak memadai dan tidak memenuhi syarat dalam proses belajar bagi siswa kelas X pada SMA tersebut.

“Ruangan(Gedung SMA Bunda-red) tempat belajarnya sempit, ditambah areanya dekat dengan laut. Shelternya pun jauh apalagi sekarang sering terjadi gempa membuat kurangnya rasa kenyamanan bagi anak-anak siswa untuk belajar di sana dan ini jelas – jelas telah terjadi kesenjangan sosial bagi siswa didik,” tutur Fifi.

Dengan kondisi tersebut, Fifi berharap agar anaknya juga dapat belajar di Kampus I SMAN 1 Padang bersama dengan anak-anak peserta didik lainnya.

Baca Juga:  Diksistar MAN 1 Padang Ditutup, Wujudkan Generasi Mutiara di Masa Depan

Orang tua siswa lainnya, Jeki mengatakan, sebenarnya kebijakan menggunakan gedung lain tersebut bagi siswa SMAN 1 Padang, sudah berlangsung sejak dua tahun lalu dengan nama kebijakan “lokal jauh”.
Dimana, gedung SMA Bunda dimanfaatkan dan diberdayakan lokalnya, karena sekolah swasta tersebut tidak ada lagi akibat tidak memiliki siswa.

Jeki menegaskan, jika sampai esok hari Selasa (27/9) tuntutan siswa dan orang tua mereka tidak dikabulkan atau tidak adanya pemindahan siswa dari kampus II ke kampus I, maka siswa anak – anak mereka tidak akan kembali belajar ke lokal jauh. “Sebelum dipindahkan,” kita akan meliburkan anak anak kita,” ancam Jeki.

Rori Paslah, yang juga orang tua siswa  yang berkesempatan mewakili orang tua siswa guna melakukan audiensi dengan perwakilan Pemprov Sumbar, yakni Dinas Pendidikan pada14 September lalu.
Saat itu, Dinas Pendidikan Sumbar sudah menjawab aspirasi orang tua siswa dengan menyetujui siswa di kampus II dipindahkan ke kampus I yakni di SMAN 1 Padang. Namun, dengan catatan semua fasilitas yang kurang di kampus tersebut agar dilengkapi dari orang tua siswa.

“Kami dari orang tua, Sabtu lalu,  17 September 2022 lalu sudah bergotong royong secara bersama – sama guna melengkapi fasilitas di Kampus 1 SMAN 1 Padang, kata dia, ada 72 kursi untuk dua kelas yang harus dibeli orang tua siswa dan ini wajib disediakan. Kita juga telah memasang kanopi untuk lorong sekolah guna antisipasi hujan,” ungkapnya.

Baca Juga:  Sejumlah Pejabat Eselon II di Sumbar Dilatih Transformasi Digital

Hingga saat ini tambah Rori, Dinas Pendidikan, belum menepati janjinya sebagaimana yang telah dijanjikan Senin atau Selasa, hari ini seluruh siswa sudah bisa dipindahkan ke kampus di Lolong Belanti, namun kenyataannya hingga saat ini hanya janji, bohong belaka.

Dikatakan Ia dan anak–anak sudah merasa kecewa. Mental anak-anak  sudah menjadi rusak. Bahkan dengan adanya janji akan belajar di kampus I pada hari ini Senin (26/9) membuat anak – anak peserta didik merasa senang dan bersemangat guna melakukan upacara.

Namun selesai upacara, anak-anak tidak diperbolehkan masuk belajar di kampus I dan diminta kembali belajar di kampus II dengan alasan guru-guru sudah menunggu di kampus II. Padahal kan bisa gurunya diminta pindah ke kampus I. Jeki berharap Dinas Pendidikan, komit akan janji yang pernah disepakati pada orang tua siswa harapnya.(*/drd)