PADANG-Anggota Komisi V DPRD Sumbar H Maigus Nasir SPd cukup kecewa dengan kondisi kontingen PON Sumbar berangkat ke Bumi Cendrawasih dalam membela panji panji Tuah Sakato, tanpa dibekali uang saku. Padahal, soal anggaran sudah tidak menjadi masalah, karena sudah dianggarkan sebesar Rp20 miliar.
“Jika terjadi seperti ini atlet tak dibekali uang saku hanya tiket saja, hal ini sangat mengecewakan sekaligus memprihatinkan. Maka, hal akan menjadi bahan evaluasi nantinya, pasca perhelatan PON XX Papua nanti,” ungkap Maigus Nasir via handphone-nya, Jumat (24/9/2021).
Kemudian selain itu, katanya, atlet yang tergabung dalam kontingen PON Sumbar juga tidak ada kostum berlogo Tuah Sakato. Sementara kostum ini merupakan logo kebanggaan atlet Sumbar dalam membela panji panji daerah Sumbar di arena PON XX Papua tahun 2021.
Padahal, dalam evaluasi terakhir bersama Komisi V DPRD Sumbar, soal dana tidak ada lagi lermasalahan. Di mana terkait keberangkatan, kostum dan uang saku, itukan soal teknisnya KONI Sumbar. Namun, saat itu dibicarakan anggaran biaya bonus, tapi direncanakan akan dianggarkan pada APBD tahun 2022. “Karena kita belum mengetahui, betapa atlet kita mendapat perolehan medali. Apakah itu, medali emas, perak dan perunggu,” papar Maigus.
Selain itu yang cukup memprihatinkan lagi, tidak adanya pelepasan kontingen PON Sumbar secara resmi dari Pemprov Sumbar. Lagi-lagi hal ini cukup mengecewakan juga. Walaupun, pelepasan itu sekadar seremonial, tetapi pengaruhnya sangat besar secara psikis kepada atlet dalam membela nama Sumbar di arena PON XX Papua.
Karena dalam kesempatan pelepasan itu mereka para atlet dilepas kepala daerah, ayahandanya, tentu memberikan motivasi bertanding bagi atlet. Dalam hal pelepasan kontingen secara resmi ini, tentu leading secktornya Dispora dan KONI Sumbar. Tapi di sisi lai, cukup Ironi juga tanpa pelepasan ini, sehingga atlet berangkat sendiri sendiri seperti lapeh ayam.
“Semua kejanggalan soal keikutsertaan atlet Sumbar dalam perhelatan pekan olahraga nasional (PON) XX Papua ini akan menjadi catatan untuk evaluasi nantinya,” ujar Maigus.
Jika dituntut ke belakang, inilah hal yang pertama kalinya kontingen PON Sumbar yang lapeh ayam, dalam sejarah Sumbar mengikuti perhelatan PON. Apalagi tanpa dibekali uang saku dan tidak dilepas dengan resmi Penprov Sumbar. (rjk)







