Hukum

Perjuangan Panjang FNTS Membuahkan Hasil, Blokir Lahan Masyarakat Dibuka

309
×

Perjuangan Panjang FNTS Membuahkan Hasil, Blokir Lahan Masyarakat Dibuka

Sebarkan artikel ini

PADANG – Peejalanan panjang yang melelahkan anak nagari di Kota Padang yang tergabung dalam Forum Nagari Tigo Sandiang (FNTS) telah membuahkan hasil, dalam memperjuangkan hak hak masyarakat soal konflik lahan seluas lebih kurang 765 ha.

Karena menyusul keputusan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional beserta Kantor Pertanahan Kota Padang, telah mencabut pemblokiran atas objek tanah yang berada di 4 Kelurahan di Kecamatan Koto Tangah Kota Padang berdasarkan Surat Perintah Kakan Pertanahan Kota Padang No : UP.02.01/390-13.71/III/2020 tertanggal 30 Maret 2020.

“Sehingga dengan demikian masyarakat telah dapat mengajukan kembali layanan pertanahan kepada Kantor Pertanahan Kota Padang, ” ujar Sekum FNTS Padang Evi Yandri Rajo Budiman, Sabtu (18/4 /2020).

BACA JUGA  Kapolda Tak Akan Kabulkan Permintaan Pengunjuk Rasa untuk Bebaskan 2 Warga yang Ditahan

Dikatakan Evi Yandri, kemudian sesuai surat ukur Menteri Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Peta bidang tanah No. 184/2020 tanggal 27 Maret 2020 dengan luas 13.320 M2 (1,3 ha), lahan tanah Lehar Cs itu hanya di Kelurahan Dadok Tunggul Hitam.

Kata Evi Yandri, FNTS sebagai wadah yang melindungi dan membela hak atas tanah masyarakat yang berada di 4 (empat) Kelurahan (Dadok Tunggul Hitam, Aie Pacah, Bungo Pasang dan Koto Panjang Ikur Koto) Kecamatan Koto Tangah Kota Padang Sumbar mengucapkan rasa syukur dan terima kasih, serta memberikan apresiasi kepada semua pihak yang telah membantu dan mendukung perjuangan masyarakat selama ini.

Menurut FNTS selesainya sengketa tanah seluas lebih kurang 765 hektare tersebut adalah keberhasilan perjuangan masyarakat dalam melawan dan menentang tindakan dari oknum-oknum mafia tanah selama ini.

BACA JUGA  Berani, Dua Remaja di Sumbar Diduga Retas Situs Sekretaris Kabinet Jokowi

” Untuk itu saya atas nama pengurus FNTS mengucapkan terima kasih atas bantuan dan dukungan semua pihak selama Ini,” ujar Evi Yandri.

Ditambahkan Evi Yandri, dengan selesainya sengketa tanah seluas ± 765 Hektar ini sekaligus menjadi kabar gembira bagi masyarakat yang sedang berjuang melawan wabah virus Carona (Covid 19) di 4 (empat) Kelurahan Kecamatan Koto Tangah Kota Padang khususnya dan masyarakat Sumatera Barat pada umumnya agar tetap bersikap optimis dan bersatu dalam perjuangan. Lebih lanjut FNTS mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi kepada  Kapolda Sumbar Irjen Pol. Toni Harmanto beserta jajarannya yang telah menghentikan penyelidikan dan penyidikan seluruh laporan pidana dari Pihak Lehar Cs atas klaim kepemilikan tanah seluas ± 765 Hektar yang telah terjadi kekeliruan objek perkara (error in objecto) sebagaimana Putusan Landraad Nomor 90/1931 dalam Berita Acara Angkat Sita Tahun 2010 dan Tunjuk Batas Tahun 2016 yang dijadikan dasar kepemilikan Lehar Cs;

BACA JUGA  Mengulas Problematika SKMHT pada Lembaga Pembiayaan dalam Notaire Series Tiga 2021

Comment