Sumatera Barat

Sumbar Siapkan 1,5 Ton Rendang untuk Bantu Warga Terdampak Bencana NTT

9
×

Sumbar Siapkan 1,5 Ton Rendang untuk Bantu Warga Terdampak Bencana NTT

Sebarkan artikel ini
: Asisten Administrasi Umum Setda Provinsi Sumbar, Medi Iswandi saat menyampaikan imbauan Gubernur kepada ASN untuk berdonasi baginkorban terdampak bencana gempa di NTT saat memimpin apel pagi di lingkup Sekretariat Daerah Provinsi Sumbar. Kamis (20/8/2026). Ist

PADANG — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) menghimpun bantuan rendang untuk masyarakat terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan berasal dari Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemprov Sumbar dan masyarakat umum.

Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah mengatakan penghimpunan bantuan telah berlangsung beberapa hari. Pemprov Sumbar menargetkan bantuan rendang mencapai 1,5 ton sebelum dikirim ke NTT.

“Kita masih dalam proses penghimpunan. Setelah terkumpul cukup banyak, baru akan kita kirim ke daerah terdampak bencana di NTT. InsyaAllah dalam waktu dekat segera kita kirim. Target kita, bantuan ini bisa terkumpul minimal satu ton,” ujar Mahyeldi di Padang, Kamis (20/8/2026).

Asisten Administrasi Umum Setda Provinsi Sumbar Medi Iswandi mengatakan BPBD Sumbar menjadi leading sector dalam penghimpunan dan penyaluran bantuan. Hingga Kamis siang, bantuan rendang yang terkumpul mencapai 1.452 kilogram.

“Bapak Gubernur telah menunjuk BPBD sebagai leading sector dalam penghimpunan bantuan untuk korban terdampak bencana di NTT. Saat ini proses penghimpunan masih berlangsung dan jumlah sementara sudah mencapai ratusan kilogram dari target satu ton,” jelas Medi.

Baca Juga:  Lembaga Penyiaran Diharapkan Turut Meningkatkan Kualitas Pemilu

Pemprov Sumbar juga membuka kesempatan bagi masyarakat dan pihak lain untuk berdonasi. Masyarakat dapat menyalurkan bantuan rendang melalui posko penghimpunan di Kantor BPBD Sumbar. Bantuan selanjutnya akan didistribusikan bersama bantuan Pemprov Sumbar ke NTT.

“Kami menyambut baik dan dengan senang hati akan membantu menyalurkan donasi dari masyarakat. Imbauan Pak Gubernur untuk berdonasi tidak hanya ditujukan kepada ASN, tetapi juga terbuka bagi masyarakat umum,” ungkapnya.

Medi mengatakan bantuan tersebut menjadi bentuk solidaritas Sumbar terhadap masyarakat NTT. Pengalaman menghadapi bencana membuat Sumbar memahami pentingnya dukungan logistik bagi warga terdampak. Bantuan dari donatur saat Sumbar mengalami bencana juga membantu meringankan beban masyarakat.

“Dukungan dari para donatur saat Sumbar dilanda bencana sangat membantu meringankan beban masyarakat. Karena itu, ketika daerah lain mengalami musibah, sudah sepatutnya kita juga hadir dan membantu sesuai dengan kemampuan yang kita miliki,” katanya.

Baca Juga:  Musrenbang RKPD 2027, Gubernur Mahyeldi Dorong Kepala Daerah Jadi CEO dan Targetkan Investasi Rp13,3 Triliun

Rendang dipilih karena praktis untuk kondisi kebencanaan. Makanan khas Minangkabau tersebut dapat langsung dikonsumsi. Rendang juga tahan lama dan tidak membutuhkan proses pengolahan rumit.

“Masyarakat yang terdampak bencana pasti berada dalam kondisi serba terbatas, baik dari sisi logistik maupun peralatan memasak. Itu salah satu alasan kenapa rendang yang kita pilih sebagai bentuk bantuan. Selain bisa langsung dikonsumsi, rendang juga tahan lama dan merupakan makanan khas kita di Minangkabau,” jelasnya.

Pemprov Sumbar melalui BPBD Sumbar masih menghimpun bantuan hingga mencapai target 1,5 ton. Bantuan tersebut akan dikirim langsung ke NTT sebagai wujud kepedulian dan solidaritas masyarakat Sumbar terhadap warga yang terdampak bencana. (Bdr)