Pariwisata

Mahyeldi Dorong Kota Tua Padang Jadi Penggerak Pariwisata dan Ekonomi Masyarakat

5
×

Mahyeldi Dorong Kota Tua Padang Jadi Penggerak Pariwisata dan Ekonomi Masyarakat

Sebarkan artikel ini
Gubernur Mahyeldi Membuka Kota Tua Festival 2026, Padang, Gor Himpunan Tjinja Teman (HTT) Kawasan Kota Tua , Sabtu (15/8/2026). ​Foto: Dok. Makopim/Adp

PADANG — Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi menilai Kota Tua Padang memiliki potensi besar sebagai ruang pelestarian sejarah dan budaya. Kawasan tersebut juga berpeluang menjadi penggerak pariwisata dan ekonomi masyarakat.

Mahyeldi menyampaikan hal itu saat membuka Kota Tua Festival 2026 di kawasan Pondok, Kota Tua Padang, Sabtu (15/8/2026). Festival tersebut diikuti delegasi dari delapan negara. Kegiatan menjadi momentum memperkuat harmoni masyarakat multietnis serta memperkenalkan sejarah dan budaya Kota Padang ke tingkat internasional.

Mahyeldi mengapresiasi kehadiran delegasi, atlet, pelatih, juri, ofisial, dan tamu dari berbagai negara. Ia berharap seluruh peserta mendapat pengalaman positif selama berada di Sumatera Barat.

“Selamat datang di Padang. Semoga seluruh delegasi mendapatkan pengalaman yang baik dan membawa pulang kesan positif tentang Sumatera Barat,” ujarnya.

Menurut Mahyeldi, Kota Tua tidak hanya terdiri atas bangunan bersejarah. Kawasan tersebut menyimpan perjalanan panjang perdagangan, perantauan, interaksi sosial, dan kehidupan berbagai kelompok masyarakat. Sejarah tersebut membentuk karakter Kota Padang. Pemerintah perlu menjaga kawasan tersebut sekaligus mengembangkannya secara berkelanjutan.

Baca Juga:  Marfendi Akui Banyak Heritage di Bukittinggi yang Bisa Diusulkan ke Unesco 

“Kota Tua adalah bagian dari sejarah dan identitas kita. Mari kita jaga warisannya, sekaligus menjadikannya ruang yang hidup bagi budaya, pariwisata, dan ekonomi masyarakat,” katanya.

Mahyeldi menyebut keberagaman etnis di Kota Tua sebagai kekuatan yang perlu dirawat. Komunitas Tionghoa, India, Nias, Sunda, Batak, Mandailing, Ambon, Melayu, serta kelompok masyarakat lainnya telah menjadi bagian dari perjalanan Kota Padang.

“Yang kita bangun bukan hanya festival, tetapi kolaborasi. Budaya terjaga, masyarakat bergerak, dan ekonomi tumbuh,” tegasnya.

Mahyeldi juga mendorong generasi muda, komunitas sejarah, perguruan tinggi, dan pelajar aktif mendokumentasikan sejarah Kota Tua. Fotografi, videografi, teknologi, dan media sosial dapat menjadi sarana promosi. Upaya tersebut dinilai mampu memperluas pengenalan sejarah Kota Tua kepada generasi muda dan masyarakat.

Sementara itu, Wali Kota Padang Fadli Amran mengatakan seni, budaya, dan tradisi menjadi bagian penting dari identitas kota. Keberagaman budaya juga menjadi modal untuk memperkuat visi Padang sebagai destinasi gastronomi dunia melalui konsep “Taste of Padang Experience”.

Baca Juga:  Objek Wisata dan Pemandian Alam Batu Putiah akan Membuat Pengunjung Beta

“Berdasarkan perkiraan kami, ada sekitar Rp45 miliar perputaran ekonomi yang terjadi di Kota Padang dari berbagai rangkaian kegiatan yang kita gelar dalam beberapa hari terakhir,” ungkapnya.

Fadli menjelaskan Kota Tua Festival 2026 menghadirkan berbagai kegiatan budaya, olahraga, sosial, dan ekonomi kreatif. Kegiatan tersebut meliputi Kejuaraan Barongsai Internasional, atraksi naga, wushu, seni empat etnis, Sipasan, Zumba, donor darah, bazar kuliner, produk kreatif, Kota Tua Run and Fun Walk, serta pertunjukan musik.

Rangkaian kegiatan tersebut membuka ruang bagi masyarakat, komunitas, UMKM, dan pelaku ekonomi kreatif untuk terlibat. Kegiatan juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Fadli berharap Kota Tua Festival terus berkembang. Agenda tersebut diharapkan memperkuat harmoni masyarakat, meningkatkan persahabatan internasional, menggerakkan UMKM, memperluas promosi pariwisata, serta menjaga warisan sejarah dan budaya Kota Padang. (Bdr)