Ekonomi

Rehab IPA Gunung Pangilun Dimulai, Instalasi Berumur 69 Tahun Itu Mulai Dibongkar

53
×

Rehab IPA Gunung Pangilun Dimulai, Instalasi Berumur 69 Tahun Itu Mulai Dibongkar

Sebarkan artikel ini
Proses pengerjaan pembongkaran IPA Gunung Pangilun yang direhab dengan anggaran Rp300 miliar lebih. Ist

PADANG – Perumda Air Minum (AM) Kota Padang mulai melakukan pembongkaran komponen utama accelerator pada Instalasi Pengolahan Air (IPA) Gunung Pangilun sebagai bagian dari program rehabilitasi dan rekonstruksi instalasi yang telah beroperasi selama 69 tahun. Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan keandalan sistem pengolahan air dan menjaga kualitas pelayanan kepada pelanggan.

Direktur Utama Perumda AM Kota Padang, Hendra Pebrizal, mengatakan pekerjaan diawali dengan pembongkaran rangka tube settler yang menjadi bagian penting dalam proses pengolahan air. Hingga saat ini, delapan dari 12 keping tube settler telah berhasil dibongkar.

“Pembongkaran ini merupakan tahapan awal rehabilitasi accelerator IPA Gunung Pangilun. Hingga saat ini delapan dari 12 keping tube settler telah berhasil dibongkar sebelum dilanjutkan ke tahapan berikutnya,” ujar Hendra, Minggu (26/7).

IPA Gunung Pangilun mulai dibangun pada 1957 dan selesai pada 1968 oleh perusahaan asal Prancis. Instalasi tersebut menjadi salah satu fasilitas utama pengolahan air bersih di Kota Padang sehingga membutuhkan rehabilitasi menyeluruh agar tetap berfungsi optimal.

Baca Juga:  Perempuan Baringin Kota Padang Mencoba Bergantung dengan Jamur Tiram

Setelah seluruh tube settler dibongkar, pekerjaan dilanjutkan dengan pembongkaran rangka bawah atau struktur penyangga di dalam unit accelerator. Komponen tersebut harus diganti karena mengalami korosi dan tidak lagi mampu menopang beban tube settler maupun volume air di dalam bak pengolahan.

“Penggantian rangka bawah sangat penting karena struktur lama sudah berkarat dan tidak lagi mampu menopang komponen di dalam accelerator. Rehabilitasi ini dilakukan demi menjamin keamanan dan keandalan instalasi,” katanya.

Unit accelerator di IPA Gunung Pangilun memiliki kapasitas sekitar 250 liter per detik dengan kedalaman bak sekitar empat hingga lima meter. Sistem tersebut menggabungkan proses koagulasi, flokulasi, dan sedimentasi dalam satu tangki sehingga menjadi komponen vital dalam pengolahan air baku menjadi air bersih.

Baca Juga:  Dampak Ritail Besar Parah, Satu Minimarket Bisa Bunuh Puluhan UMKM

Hendra menjelaskan pembongkaran total diperlukan untuk memastikan seluruh bagian instalasi dapat dibersihkan secara menyeluruh, mendeteksi kerusakan yang tidak terlihat dari luar, menghilangkan endapan yang mengganggu kinerja, serta memeriksa tingkat keausan setiap komponen internal.

Setelah proses pembongkaran selesai, pekerjaan akan dilanjutkan dengan pemasangan rangka kolom dan balok baru, pemasangan rangka dudukan, serta pemasangan kembali tube settler. Sebanyak 444 modul tube settler akan dipasang pada masing-masing unit accelerator untuk mengoptimalkan proses pengendapan.

“Melalui rehabilitasi ini kami ingin mengembalikan performa IPA Gunung Pangilun agar proses pengolahan air berjalan lebih optimal, stabil, dan mampu memberikan pelayanan air bersih yang lebih baik kepada masyarakat,” tuturnya.(Bdr)