Ekonomi

Potensi Geothermal Sumbar Capai 1.651 MW, Mahyeldi Dorong Investasi Energi Bersih

14
×

Potensi Geothermal Sumbar Capai 1.651 MW, Mahyeldi Dorong Investasi Energi Bersih

Sebarkan artikel ini
Gubernur Mahyeldi menghadiri Opening Ceremony The 11th Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) 2026 di Jakarta. Ia kembali menegaskan komitmen itu di Padang, Jumat (21/8/2026).

PADANG — Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi menegaskan komitmen pemerintah mengembangkan energi baru terbarukan (EBT), khususnya panas bumi (geothermal). Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mewujudkan Sumbar sebagai Green Province.

Mahyeldi menyampaikan komitmen tersebut saat menghadiri Opening Ceremony The 11th Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) 2026 di Jakarta. Ia kembali menegaskan komitmen itu di Padang, Jumat (21/8/2026).

Mahyeldi mengatakan pengembangan energi bersih menjadi bagian penting dalam arah pembangunan Sumbar. Daerah memiliki potensi panas bumi yang besar.

“Alhamdulillah, kita termasuk salah satu daerah yang sudah menyatakan komitmen dalam pemanfaatan panas bumi. Kita memang konsen dengan geothermal dan itu sudah kita kemas dalam konsep Green Province,” tegas Mahyeldi.

Berdasarkan data Dinas ESDM Sumbar, potensi panas bumi mencapai sekitar 1.651 megawatt (MW). Potensi tersebut tersebar pada 22 titik di tujuh kabupaten. Pemanfaatannya masih belum optimal.

Baca Juga:  Air Berpotensi Terganggu, Perumda AM Padang Ingatkan Pelanggan Setiap Selasa dan Kamis IPA Gunung Pangilun Dikuras

“Kita baru sekitar 5 persen yang dimanfaatkan. Artinya, masih banyak potensi yang bisa kita kembangkan,” ungkapnya.

Saat ini, pemanfaatan panas bumi di Sumbar berjalan melalui Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Muara Laboh di Kabupaten Solok Selatan. Fasilitas tersebut memiliki kapasitas sekitar 86 MW.

Pengembangan Muara Laboh Unit-2 berkapasitas 80 MW juga tengah berjalan. Investasi proyek tersebut mencapai sekitar USD490 juta. Proyek ditargetkan beroperasi pada akhir 2027.

Mahyeldi menyebut kebutuhan investasi besar menjadi tantangan utama pengembangan geothermal. Pemerintah juga membutuhkan kepastian serta kemudahan bagi investor.

“Tantangannya tentu investasi dan bagaimana kita mendapatkan pihak pengusaha yang mau masuk. Karena itu, kita berharap ada percepatan dan dukungan dari kementerian terkait, sehingga pemanfaatan energi baru terbarukan kita bisa lebih maksimal,” katanya.

Pemprov Sumbar terus mendorong sejumlah proyek energi terbarukan. Pengembangan PLTP Muara Laboh Unit-2 terus berjalan. Pengeboran sumur eksplorasi Bonjol di Pasaman Barat juga berlangsung. Pemerintah juga melakukan survei pendahuluan di wilayah Cubadak Panti.

Baca Juga:  Jalin Silaturahmi dengan Kejari Tanah Datar, BRI Batusangkar Dorong Kolaborasi Pelayanan Publik

Mahyeldi menilai pengembangan geothermal tidak hanya meningkatkan ketersediaan energi bersih. Sektor tersebut juga berpotensi memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat dan daerah.

“Harapan kita ke depan akan semakin banyak investor yang masuk, dengan dukungan dari kementerian dan percepatan prosesnya. Kita punya tujuh kabupaten dan 22 titik potensi geothermal yang bisa dikembangkan,” tutur Mahyeldi.

Ia berharap pengembangan panas bumi serta sumber EBT lain seperti tenaga air dan surya memperkuat ketahanan energi Sumbar. Pengembangan tersebut juga mendukung pencapaian target Net Zero Emission (NZE) 2060.

“Ini bukan hanya soal listrik, tetapi bagaimana potensi energi bersih yang kita miliki dapat menjadi kekuatan ekonomi daerah dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” pungkasnya. (Bdr)