Peristiwa

Kemendagri Pastikan Sumbar Aman Pascakasus Dugaan Perakitan Bom di MAN 3 Padang

13
×

Kemendagri Pastikan Sumbar Aman Pascakasus Dugaan Perakitan Bom di MAN 3 Padang

Sebarkan artikel ini
Kemendagri memastikan Sumbar tetap aman usai kasus dugaan perakitan bom di MAN 3 Padang.

PADANG – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) memastikan situasi keamanan di Provinsi Sumatera Barat tetap aman dan kondusif pascakejadian dugaan perakitan bom yang melibatkan seorang peserta didik MAN 3 Padang. Hasil investigasi aparat menyatakan peristiwa tersebut tidak terkait tindak pidana terorisme, melainkan tindak pidana umum yang dipengaruhi faktor psikologis dan paparan konten negatif di media sosial.

Penegasan itu disampaikan Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri Akmal Malik saat melakukan kunjungan kerja ke MAN 3 Padang, Rabu (15/7/2026). Kunjungan tersebut bertujuan memantau langsung situasi keamanan sekaligus memastikan penanganan kasus berjalan secara komprehensif.

Akmal mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Provinsi Sumbar, aparat keamanan, serta seluruh instansi terkait dalam menangani peristiwa tersebut. Menurutnya, koordinasi yang baik membuat kasus itu tidak berkembang menjadi gangguan terhadap stabilitas keamanan daerah.

“Situasi di Sumatera Barat tetap aman dan kondusif. Penanganan yang cepat serta koordinasi yang baik menjadi kunci sehingga peristiwa ini tidak berkembang menjadi ancaman terhadap stabilitas daerah,” ujarnya.

Ia menegaskan peristiwa tersebut menjadi pembelajaran penting bagi seluruh daerah untuk memperkuat sistem deteksi dini, terutama di lingkungan pendidikan.

Baca Juga:  BNN Berhasil Ringkus Kurir Shabu Berinisial AS di BIM

Menurutnya, sinergi antara Badan Kesbangpol, Densus 88 Antiteror, Kementerian Agama, Dinas Pendidikan, sekolah, serta keluarga harus terus diperkuat dengan mengoptimalkan peran Guru Bimbingan dan Konseling (BK) dalam mendeteksi perubahan perilaku peserta didik sejak dini.

Akmal juga mengungkapkan kasus di MAN 3 Padang akan menjadi salah satu bahan pembahasan bersama para gubernur se-Indonesia untuk merumuskan langkah strategis nasional dalam memperkuat pencegahan radikalisme, kekerasan, serta berbagai potensi gangguan keamanan di lingkungan pendidikan.

Sementara itu, Kasatgaswil Densus 88 Antiteror Sumbar Jim Brilliant Birnes menjelaskan hasil investigasi tidak menemukan keterlibatan jaringan terorisme dalam kasus tersebut. Berdasarkan pemeriksaan, pelaku mempelajari cara merakit bahan peledak secara otodidak melalui media sosial tanpa berafiliasi dengan kelompok teroris.

Ia menyebut faktor yang paling dominan melatarbelakangi kejadian itu adalah akumulasi tekanan psikologis akibat perundungan yang berlangsung cukup lama ditambah mudahnya akses terhadap konten negatif di media sosial.

Saat ini, kata dia, pelaku telah ditempatkan di Rumah Aman untuk mendapatkan pendampingan, sementara proses hukum tetap berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

Baca Juga:  Pelajar SMP di Kota Padang Meninggal Tergilas Kendaraan Lain setelah Terpental dari Motornya Sendiri

Direktur Ketahanan Ekonomi, Sosial, Budaya, dan Agama Ditjen Polpum Kemendagri Bisri menegaskan pemerintah tetap mengedepankan prinsip kepentingan terbaik bagi anak dalam penanganan kasus tersebut melalui pemenuhan hak pendidikan, pendampingan psikologis, serta rehabilitasi sosial tanpa mengesampingkan proses hukum.

Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Sumbar Mursalim mengatakan penguatan sistem deteksi dini di lingkungan pendidikan harus menjadi perhatian seluruh pihak. Menurutnya, keputusan mengenai keberlanjutan pendidikan pelaku perlu mempertimbangkan hasil asesmen psikologis secara profesional agar proses pemulihan berjalan optimal tanpa menimbulkan tekanan mental yang lebih berat.

Pihak MAN 3 Padang juga menyatakan komitmennya menjaga kondusivitas lingkungan sekolah serta memastikan proses belajar mengajar tetap berlangsung normal. Sekolah akan memperkuat komunikasi dengan orang tua dan meningkatkan pengawasan serta pembinaan terhadap peserta didik sebagai langkah pencegahan.

Melalui kunjungan kerja tersebut, Kemendagri menegaskan kejadian di MAN 3 Padang tidak mengganggu stabilitas keamanan Sumbar. Pemerintah pusat dan pemerintah daerah berkomitmen memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam membangun sistem deteksi dini, meningkatkan literasi digital, mencegah perundungan, serta memastikan perlindungan dan pemulihan anak berjalan seiring dengan penegakan hukum. (Bdr)