Ekonomi

Sumbar Peringkat Empat Nasional Koperasi Merah Putih, RAT Tercepat Kedua Indonesia

14
×

Sumbar Peringkat Empat Nasional Koperasi Merah Putih, RAT Tercepat Kedua Indonesia

Sebarkan artikel ini
Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, saat melepas Project Management Officer (PMO) dan Business Assistant (BA) KDMP Sumbar di Aula Kantor Gubernur Sumbar, Sabtu (6/6/2026).Ist

PADANG — Sumatera Barat mencatat prestasi nasional dalam pelaksanaan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP). Provinsi ini menempati posisi empat besar nasional dalam pembentukan koperasi serta menjadi daerah dengan penyelesaian Rapat Anggota Tahunan (RAT) tercepat kedua di Indonesia.

Capaian tersebut mendapat apresiasi dari Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, saat melepas Project Management Officer (PMO) dan Business Assistant (BA) KDMP Sumbar di Aula Kantor Gubernur Sumbar, Sabtu (6/6/2026).

“Alhamdulillah, berdasarkan laporan yang kita terima, Sumatera Barat menjadi provinsi terbaik keempat di Indonesia dalam pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan penyelesaian RAT tercepat nomor dua se-Indonesia. Terima kasih kepada PMO, Business Assistant, Dinas Koperasi kabupaten/kota, serta seluruh pihak yang telah bekerja keras mewujudkan capaian ini,” ujar Mahyeldi.

Menurut Mahyeldi, keberhasilan tersebut membuktikan sinergi seluruh pemangku kepentingan mampu mempercepat pelaksanaan program pemerintah pusat sekaligus memperkuat fondasi ekonomi masyarakat berbasis koperasi.

Mahyeldi mengingatkan keberhasilan program tidak berhenti pada pembentukan badan hukum koperasi. Pendampingan harus terus dilakukan agar koperasi berkembang menjadi lembaga ekonomi yang sehat, profesional, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

“Koperasi yang sudah terbentuk harus terus didampingi dan diperkuat. Tujuannya bukan sekadar berdiri secara administrasi, tetapi benar-benar tumbuh menjadi kekuatan ekonomi masyarakat yang produktif dan berkelanjutan,” katanya.

Baca Juga:  Usai Liburan Idul Adha,Ketua Kadin Sumbar Rekomendasikan Kota Pariaman Rekrutmen Nakes dan Naket ke Jepang

Dia juga menilai keberhasilan Sumbar tidak terlepas dari pengalaman serta komitmen Dinas Koperasi dan UMKM Sumbar dalam membangun ekosistem koperasi selama ini.

“Pak Endrizal sudah lama berkecimpung di dunia koperasi. Pengalaman beliau membangun dan mengembangkan koperasi di Kabupaten Agam maupun Kota Padang menjadi modal penting dalam mendorong keberhasilan program Koperasi Merah Putih di Sumatera Barat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sumbar, Endrizal, menjelaskan Sumatera Barat menjadi provinsi tercepat keempat secara nasional dalam penyelesaian pembentukan dan legalisasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

“Kita berada di posisi empat nasional setelah Jawa Timur, DIY Yogyakarta, dan Jawa Tengah. Sebelumnya, Sumatera Barat juga termasuk daerah tercepat dalam pembentukan koperasi sehingga memperoleh penghargaan dari Kementerian Koperasi pada tahun 2025,” kata Endrizal.

Endrizal menyebut pemerintah pusat menugaskan 40 PMO dan 125 Business Assistant untuk mendampingi pengembangan KDMP di seluruh kabupaten dan kota di Sumbar. Masa tugas mereka berakhir pada 31 Mei 2026 setelah melakukan pendampingan sejak akhir tahun lalu.

Hasil pendampingan menunjukkan sebanyak 888 lokasi gerai KDMP telah diverifikasi di Sumbar. Sebanyak 211 gerai masih dalam tahap pembangunan, sedangkan 63 gerai telah selesai dibangun.

Baca Juga:  PT Semen Padang Dukung Infrastruktur HKm Puncak Labuang dan MCK Objek Wisata Kayu Banyak Urek di Kelurahan Limau Manis

“Artinya sudah ada 274 gerai yang siap beroperasi dalam waktu dekat. Ini menunjukkan bahwa pelaksanaan program berjalan sesuai target yang telah ditetapkan pemerintah pusat,” jelasnya.

Selain itu, Sumbar bersama DKI Jakarta tercatat sebagai daerah tercepat dalam pelaksanaan RAT Koperasi Merah Putih. Menurut Endrizal, capaian tersebut lahir dari kerja sama seluruh pihak yang terlibat, mulai dari PMO, Business Assistant, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten dan kota, hingga pengurus koperasi di lapangan.

“Keberhasilan ini lahir dari kolaborasi yang solid seluruh pemangku kepentingan. Karena itu kami menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan program ini,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Mahyeldi juga menyerahkan penghargaan kepada PMO dan Business Assistant berprestasi. Penghargaan PMO terbaik tingkat provinsi diberikan kepada Riko Andrian Putra dan Mariska Saleha Rahman. PMO terbaik tingkat kabupaten diraih Rahmat Fauzan dari Kabupaten Lima Puluh Kota. Penghargaan Business Assistant terbaik tingkat kabupaten diraih Sofyandi dari Kabupaten Solok, sedangkan kategori tingkat kota diraih Ika Akselia dari Kota Padang. (Bdr)