PADANG – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat resmi menutup proses seleksi kafilah untuk Musabaqah Tilawatil Qur’an Nasional XXXI yang akan digelar di Semarang pada 11–20 September 2026.
Penutupan seleksi menjadi titik awal penguatan kesiapan kontingen Sumbar untuk bersaing di tingkat nasional.
Gubernur Sumbar melalui Kepala Biro Kesra Setdaprov Sumbar, Edi Dharma, menegaskan proses seleksi bukan akhir, melainkan awal pembinaan yang lebih serius.
“Proses seleksi ini adalah titik tolak untuk mempersiapkan kafilah agar lebih matang dan mampu meraih hasil terbaik,” katanya.
Ia menekankan pentingnya membangun mental dan semangat juara bagi kafilah, pelatih, serta seluruh tim pendamping.
Menurutnya, keberhasilan dalam MTQ tidak hanya ditentukan kemampuan teknis, tetapi juga kesiapan psikologis dan konsistensi latihan.
“Tidak ada pilihan lain selain siap menjadi pemenang. Mentalitas juara harus dibangun sejak sekarang,” katanya.
Sebanyak 163 peserta mengikuti seleksi selama tiga hari, sejak Senin hingga Rabu (28–30/4/2026).
Peserta merupakan perwakilan terbaik daerah yang pernah meraih prestasi pada MTQ Nasional ke-30, STQ Nasional 2025, MTQ Sumbar ke-41 di Bukittinggi, serta ajang nasional lainnya.
Setelah melalui penilaian intensif, panitia menetapkan 57 peserta terbaik untuk mengikuti 28 cabang dan golongan lomba di MTQ Nasional.
Edi Dharma mengingatkan status sebagai kafilah terpilih membawa tanggung jawab menjaga nama baik daerah.
“Jika tidak ada perkembangan signifikan, peluang pergantian tetap terbuka. Kita ingin yang berangkat benar-benar siap,” katanya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada tim seleksi dari LPTQ Pusat, LPTQ Sumbar, pelatih, dan panitia.
“Kerja keras semua pihak menjadi fondasi dalam menyiapkan kafilah terbaik. Ini kerja kolektif untuk mengharumkan nama daerah,” katanya.
Menurutnya, MTQ bukan sekadar kompetisi, tetapi sarana memperkuat syiar Al-Qur’an dan membentuk generasi berkarakter.
“MTQ menjadi ruang menunjukkan kecintaan terhadap Al-Qur’an dan mengamalkan nilainya dalam kehidupan,” katanya.
Pemprov Sumbar memastikan pembinaan akan terus dilakukan melalui pemusatan latihan sebelum keberangkatan.
“InsyaAllah akan digelar tiga kali pemusatan latihan, dua kali tatap muka dan satu kali daring,” katanya. (Bdr)







