Sumatera Barat

Bukapalipatar dan Palapa Jadi Prioritas, Pemprov Sumbar Siapkan BRT di Dua Kawasan Strategis

94
×

Bukapalipatar dan Palapa Jadi Prioritas, Pemprov Sumbar Siapkan BRT di Dua Kawasan Strategis

Sebarkan artikel ini
Gubernur Mahyeldi Ansharullah saat memimpin rapat koordinasi bersama sejumlah kepala daerah di Aula Istana Bung Hatta, Bukittinggi, Jumat (27/2). Ist

PADANG – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menyiapkan pengembangan angkutan umum massal berbasis jalan atau Bus Rapid Transit (BRT) di dua kawasan strategis antarwilayah di Sumbar.

BRT (Bus Rapid Transit atau Bus Raya Terpadu) adalah sistem transportasi umum berbasis bus yang cepat, andal, dan berkapasitas tinggi.

Gubernur Mahyeldi Ansharullah menyampaikan rencana itu saat memimpin rapat koordinasi bersama sejumlah kepala daerah di Aula Istana Bung Hatta, Bukittinggi, Jumat (27/2).

Dua kawasan menjadi fokus pengembangan yakni Palapa yang meliputi Padang–Lubuk Alung–Pariaman dan Bukapalipatar yang mencakup Bukittinggi, Agam, Padang Panjang, Payakumbuh, Lima Puluh Kota, Tanah Datar.

“Rencana ini sudah kami sampaikan kepada Menteri Perhubungan dan mendapat tanggapan yang baik. Kajian dan perencanaannya juga sudah kita siapkan,” ujar Mahyeldi.

Baca Juga:  Masjid Tazkir Bela Negara, Jejak Kenangan Kakek Vasko Ruseimy dan Syafruddin Prawiranegara

Mahyeldi menilai angkutan umum massal berstandar layanan tinggi dan terintegrasi antarwilayah menjadi kebutuhan mendesak di Sumbar. Mobilitas warga setiap hari cukup tinggi untuk bekerja, sekolah, berdagang, berwisata.

Ia meyakini pengembangan BRT akan meningkatkan konektivitas antarwilayah, menekan kemacetan, mendorong pertumbuhan ekonomi regional.

“Kita ingin perjalanan antarwilayah lebih lancar, mengurangi kemacetan, serta membuat transportasi lebih aman dan nyaman bagi masyarakat,” jelas Mahyeldi.

Untuk kawasan Bukapalipatar, pengembangan dilakukan bertahap. Tahap awal difokuskan pada layanan Trans Paliko dengan rute Payakumbuh–Lima Puluh Kota.

Di kawasan Palapa, layanan BRT akan menghubungkan sejumlah jalur penting dan terintegrasi dengan terminal serta simpul transportasi lainnya. Potensi penumpang diperkirakan mencapai lebih dari 1,6 juta orang per tahun.

Mahyeldi menegaskan rencana ini membutuhkan dukungan serta komitmen seluruh pemerintah daerah yang masuk dalam kawasan pengembangan.

Baca Juga:  Jaga Sinergitas, Dankodaeral II Terima Kunjungan Pangdam XX Tuanku Imam Bonjol 

“Kita ingin ini berjalan bertahap dan terencana dengan baik, supaya benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat,” kata Mahyeldi.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Sumbar, Dedi Diantolani menyebut rancangan sistem transportasi kawasan Palapa telah rampung.

“Ada empat jalur utama yang direncanakan untuk kawasan Palapa, menghubungkan Padang, Lubuk Alung, Sicincin, hingga Pariaman,” ujar Dedi. Ia menambahkan pengembangan Bukapalipatar dilakukan bertahap mulai koridor Bukittinggi–Agam–Padang Panjang, Trans Paliko Payakumbuh–Lima Puluh Kota, hingga koneksi Bukittinggi–Payakumbuh. Dukungan administrasi juga telah disiapkan melalui surat gubernur sebagai bagian dari pengusulan ke pemerintah pusat.

Rapat koordinasi tersebut dihadiri para kepala daerah yang wilayahnya masuk rencana pengembangan serta jajaran OPD terkait sebagai bentuk komitmen menghadirkan transportasi umum lebih baik di Sumbar.(Bdr)