PAYAKUMBUH — Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasko Ruseimy menyebut Sumatera Barat akan menerima anggaran pembangunan infrastruktur sekitar Rp18,9 triliun pada tahun 2026 dari Pemerintah Pusat untuk pemulihan pascabencana hidrometeorologi.
Vasko Ruseimy menilai angka tersebut menjadi anggaran pembangunan terbesar sepanjang sejarah di Sumatera Barat.
“Ini belum pernah terjadi sebelumnya. Tahun ini Sumatera Barat mendapatkan anggaran sekitar Rp18,9 triliun untuk pembangunan infrastruktur,” ujar Vasko Ruseimy saat Safari Ramadan di Masjid Darul Ikhlas, Kelurahan Padang Alai Bodi, Kecamatan Payakumbuh Timur, Kota Payakumbuh, Jumat (20/2/2026).
Ia menegaskan anggaran tersebut harus dimanfaatkan maksimal serta tepat sasaran. Pemerintah daerah diminta memprioritaskan pembangunan yang langsung dirasakan masyarakat.
“Perbaiki jalan-jalan yang rusak, penerangan yang masih kurang, serta pengairan. Jangan buat program-program yang tidak bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat,” tegas Vasko Ruseimy.
Vasko Ruseimy juga menyampaikan Transfer Keuangan Daerah tahun ini dimaksimalkan untuk kabupaten dan kota di Sumatera Barat.
Ia meminta pemerintah daerah mengelola anggaran secara serius untuk membantu masyarakat terdampak bencana.
“Kita manfaatkan sebesar-besarnya perhatian Pak Presiden kali ini kepada Sumatera Barat. Untuk masyarakat harus total. Tahun ini Sumatera Barat harus benar-benar berbenah,” kata Vasko Ruseimy.
Wakil Wali Kota Payakumbuh Elzadaswarman menyatakan komitmen pemerintah kota memberikan pelayanan dan pembangunan terbaik bagi masyarakat.
Ia menyoroti dampak bencana yang sempat memutus jalur Padang–Payakumbuh sehingga memengaruhi pergerakan ekonomi warga.
“Kondisi itu tentu berdampak pada ekonomi. Karena itu, kami sangat berharap dukungan seluruh pihak dan tentunya masyarakat agar Payakumbuh bisa kembali bergerak dan bangkit,” ujar Elzadaswarman. (Bdr)







