Kota Padang

Wali Kota Padang Dampingi Menteri PUPR, Targetkan Normalisasi Kerja 24 Jam

227
×

Wali Kota Padang Dampingi Menteri PUPR, Targetkan Normalisasi Kerja 24 Jam

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Padang Fadly Amran mendampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Dody Hanggodo meninjau lokasi terdampak banjir di Bendungan Koto Tuo, Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah, Kamis (29/1/2026). Ist

PADANG – Wali Kota Padang Fadly Amran mendampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Dody Hanggodo meninjau lokasi terdampak banjir di Bendungan Koto Tuo, Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah, Kamis (29/1/2026).

Peninjauan dilakukan untuk melihat kondisi infrastruktur pascabanjir serta memastikan percepatan penanganan darurat, terutama normalisasi aliran sungai guna mencegah dampak lanjutan bagi masyarakat sekitar.

Fadly Amran menyatakan Pemerintah Kota Padang siap mendukung penuh langkah percepatan penanganan yang dilakukan pemerintah pusat. Ia berharap pemulihan berjalan cepat sehingga aktivitas dan keamanan masyarakat kembali normal.

“Kami mengapresiasi perhatian dan langkah cepat dari Menteri PUPR. Pemerintah Kota Padang siap berkolaborasi dan mendukung penuh agar penanganan pascabanjir segera diselesaikan dan masyarakat kembali merasa aman,” ujar Fadly Amran.

Baca Juga:  Infrastruktur  Jalan Kota Padang Tak Berkembang,  Solusinya Jalan Layang

Dody Hanggodo menegaskan normalisasi di lokasi terdampak akan dipercepat melalui optimalisasi pekerjaan di lapangan, termasuk penerapan sistem kerja tanpa henti bila diperlukan.

“Normalisasi kita percepat. Saya sudah sampaikan kepada Kepala Balai, jika diperlukan penyedia jasa bekerja 24 jam. Bisa dua sif atau tiga sif. Yang terpenting percepatan penyelesaian,” kata Dody Hanggodo.

Selain percepatan teknis, Dody Hanggodo menekankan pelibatan masyarakat terdampak melalui program padat karya agar mata pencarian tetap berjalan selama proses pemulihan.

“Saya minta Kepala Balai memikirkan program padat karya di sini. Masyarakat terdampak harus tetap memiliki penghasilan harian,” ujar Dody Hanggodo.

Ia menambahkan pemberdayaan masyarakat terdampak merupakan arahan langsung Presiden dan menjadi bagian penting dalam penanganan pascabanjir.

Baca Juga:  Pemko Padang Mulai Program Subuh Mubarakah, Libatkan 80 Ribu Pelajar

“Arahan Presiden jelas. Masyarakat terdampak wajib diberdayakan. Mata pencarian tidak boleh terputus. Kami berupaya cepat agar dampak kerusakan segera teratasi sekaligus membuka kesempatan masyarakat terlibat dalam pekerjaan,” tegas Dody Hanggodo.

Peninjauan tersebut turut dihadiri Bupati Tanah Datar Eka Putra, Kepala Balai Wilayah Sungai Sumatera V Naryo Widodo, Pj Sekretaris Daerah Kota Padang Raju Minropa, Kepala Dinas PUPR Kota Padang Tri Hadyanto, serta Camat Koto Tangah Fizlan Setiawan. (bdr)