Peristiwa

Layanan Air Bersih Kota Padang Sudah 86 Persen, Intake Palukahan Berfungsi Pekan Ini

175
×

Layanan Air Bersih Kota Padang Sudah 86 Persen, Intake Palukahan Berfungsi Pekan Ini

Sebarkan artikel ini
Kunjungan kerja Anggota DPR RI Zigo Rolanda ke Intake Perumda AM Kota Padang di Palukahan Koto Tangah, Minggu (21/12).Ist

PADANG – Pemulihan layanan air bersih Perumda Air Minum Kota Padang menunjukkan progres cepat pascabanjir bandang. Lebih dari 100 ribu pelanggan kembali menerima aliran air dari total lebih 130 ribu pelanggan.

Wilayah layanan yang belum sepenuhnya pulih berada di kawasan Utara Kota Padang. Wilayah tersebut bergantung pada Intake Palukahan Koto Tangah yang mengalami kerusakan berat akibat banjir bandang.

Hal itu terungkap saat kunjungan kerja Anggota DPR RI, Zigo Rolanda ke intake Palukan, Minggu (21/12/2025). Hadir pada kesempatan itu, Anggota DPRD Sumbar, Helmi Moesim, Direktur Utama Perumda AM Padang Hendra Pebrizal, Dirtek Perumda AM Padang, Andri Satria dan Kepala Balai PBPK Sumbar, Maria Doeni Isa

“Kita apresiasi kinerja Perumda AM Padang yang bekerja lebih cepat dari perkiraan, ini juga tidak lepas dari dukungan Kementrian PU. Sebenarnya yang lambat kemarin itu menunggu pipa datang, karena jalur darat,”ungkap Zigo.

Dikatakannya, sebelumnyaPerumda Air Minum Kota Padang sebelumnya memperkirakan perbaikan Intake Palukahan membutuhkan waktu sekitar dua bulan. Percepatan pekerjaan membuat intake tersebut diproyeksikan dapat berfungsi secara darurat pada pekan ini.

“Awalnya diperkirakan dua bulan. Setelah percepatan, intake Palukahan diproyeksikan berfungsi darurat pekan depan,” ujarnya.

Baca Juga:  Upaya Pemko Bukittinggi Atasi Banjir Aliran Sungai Ngarai Sianok

Pemasangan pipa transmisi dari intake menuju Instalasi Pengolahan Air telah mencapai lebih 700 meter. Pipa tersebut ditargetkan dapat digunakan pada Rabu pekan ini.

“Pipa transmisi sudah terpasang lebih 700 meter. Rabu depan sudah bisa digunakan,” ulasnya.

Perumda Air Minum Kota Padang bekerja bersama Balai BPBK Sumbar dalam proses pemasangan pipa. Air telah mengalir dari intake ke IPA melalui satu jalur pipa. Pemasangan direncanakan menggunakan dua pipa berdiameter 250 milimeter.

“Air sudah mengalir untuk satu pipa. Kami rencanakan dua pipa ukuran 250 milimeter,” ujarnya lagi.

Menurutnya lambatnya pemulihan juga dipengaruhi cuaca dan keterbatasan tenaga menjadi kendala utama pengerjaan. Hujan berpotensi menaikkan permukaan air sungai secara tiba-tiba.

“Kendala utama cuaca dan tenaga. Hujan membuat permukaan air cepat naik,” ujarnya..

Pemanfaatan satu pipa dengan dukungan IPA Taban berkapasitas 200 liter per detik mampu melayani hingga 85 persen wilayah layanan Utara.

“Dengan satu pipa dan IPA Taban, layanan Utara sudah terlayani sekitar 85 persen,” ujarnya.

Uji coba aliran dijadwalkan Selasa. Air ditargetkan masuk ke IPA pada Rabu. Target awal 5 Januari dimajukan menjadi 23 Desember.

“Target awal Januari. Sekarang dipercepat. Rabu air sudah masuk ke IPA,” tambahnya.

Baca Juga:  Pemprov Sumbat Tetapkan 14 Hari Tanggap Darurat

Diraktur Utama Perumda AM Kota Padang, Hendra Pebrizal mengatakan percepatan penanganan darurat dilakukan dengan memanfaatkan pipa bekas yang disambung untuk mempercepat aliran air.

“Pipa bekas disambung agar penanganan darurat berjalan cepat,” ujar Hendra.

Dikatakannya, saat ini sekitar 30 ribu pelanggan belum menerima layanan air bersih. Setelah Intake Palukahan beroperasi, layanan diproyeksikan menjangkau 86 persen pelanggan atau sekitar 103 ribu pelanggan.

“Jika Intake Palukahan aktif, 86 persen pelanggan sudah terlayani,” katanya.

Perumda Air Minum Kota Padang juga menyiapkan 50 unit tedmon serta 20 unit tangki mobil untuk distribusi air bersih darurat.

“Kami menyiapkan tedmon serta tangki mobil untuk layanan darurat,” katanya.

Wilayah Utara menyisakan sekitar 4.000 hingga 5.000 pelanggan yang belum teraliri. Seluruh wilayah tersebut ditargetkan terlayani setelah IPA Palukahan beroperasi.

“Setelah IPA Palukahan beroperasi, seluruh wilayah Utara akan terlayani,” pungkasnya.

Kepala Balai PBPK Sumbar, Maria Doeni Isa mengatakan dengan pemasangan dua pipa ukuran 250 mm tersebut sudah dapat menangani secara darurat.

“Ini sudah bisa untuk menangani darurat, sekarang kita utamakan dulu daruratnya, selanjutnya dibenahi secara berkelanjutan,”ujarnya. (Bdr)