Ekonomi

Mahyeldi Dorong Investasi Energi Hijau Sejalan dengan Program Unggulan Sumbar

324
×

Mahyeldi Dorong Investasi Energi Hijau Sejalan dengan Program Unggulan Sumbar

Sebarkan artikel ini
Gubernur Mahyeldi membuka Forum Investasi Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia (MKI) Sumatera Barat di Hotel The ZHM Premiere Padang, Selasa (14/10/2025).

PADANG — Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah menegaskan percepatan investasi energi hijau sejalan dengan program unggulan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Ia menyebut potensi energi terbarukan di Sumbar sangat besar dan harus dimanfaatkan secara maksimal untuk mendukung pembangunan berkelanjutan.

Gubernur Mahyeldi membuka Forum Investasi Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia (MKI) Sumatera Barat di Hotel The ZHM Premiere Padang, Selasa (14/10/2025). Forum tersebut mengangkat tema “Strategi Investasi Energi Hijau dan Implementasi RUPTL 2025–2034 dalam Mencapai Net Zero Emission (NZE) 2060.”

Kegiatan ini menghadirkan Ketua Umum DPP MKI Evy Haryadi dan Wakil Menteri ESDM RI Yulion Tanjung sebagai narasumber utama.

Program investasi energi hijau yang dijalankan Pemprov Sumbar menjadi bagian dari Gerak Cepat Sumbar Sejahtera, khususnya dalam pilar Lumbung Pangan Sejahtera dan Ekonomi Keberlanjutan. Program ini menekankan pengembangan sektor pertanian berbasis kawasan dan komoditas bernilai ekonomi tinggi, serta pengelolaan sumber daya alam yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan.

Selain itu, Pemprov Sumbar juga menyiapkan regulasi dan perangkat kebijakan sebagai jaminan kepastian usaha dan kesiapan daerah menarik investor di berbagai sektor strategis.

Mahyeldi mengapresiasi forum yang dinilai strategis untuk membahas peluang investasi Energi Baru Terbarukan (EBT) di Sumbar. Ia menyebut daerah ini memiliki potensi besar dari energi panas bumi, air, surya, laut, dan angin, namun pemanfaatannya masih terbatas.

Baca Juga:  Wakil Ketua DPRD Sumbar Evi Yandri Terima Penghargaan Adinata Syariah 2025 dari KNEKS

“Kita di Sumatera Barat punya potensi energi luar biasa — panas bumi, air, surya, laut, dan angin. Tapi pemanfaatannya masih kecil. Ini peluang besar bagi para investor,” ujar Mahyeldi.

Ia menjelaskan pemanfaatan energi air baru mencapai 26 persen, panas bumi 5 persen, sementara energi surya dan laut masih terbuka luas untuk dikembangkan. Saat ini cadangan daya listrik hanya 4 persen, jauh di bawah ideal 20 hingga 30 persen.

“Cadangan listrik kita saat ini cuma 4 persen, padahal idealnya 20 sampai 30 persen. Artinya, masih terbuka ruang lebar untuk investasi energi,” kata Mahyeldi.

Mahyeldi menekankan perlunya sinergi antara pemerintah daerah dan investor dalam mempercepat pengembangan energi hijau. Ia meminta kepala daerah di kabupaten dan kota aktif menjemput peluang investasi serta memberikan kemudahan bagi pelaku usaha.

“Dulu waktu di Kota Padang, kalau mau jemput investasi, ya kita jemput langsung. Kita temui orangnya, beri insentif, beri kemudahan, bahkan kita antar. Semangat seperti ini harus kita lanjutkan,” ujar Mahyeldi.

Ia menyampaikan bahwa pemerintah provinsi telah menyiapkan peraturan daerah dan skema insentif khusus untuk sektor energi.

“Harus dipermudah. Sudah ada perda dan insentifnya. Seperti di Padang sudah kita lakukan, dan semoga kabupaten/kota lain juga bisa mengikuti,” tutur Mahyeldi.

Baca Juga:  Menteri PU Dodi Hanggodo Tinjau Lokasi Bencana Banjir di Nagari Taluak Tanah Datar

Mahyeldi menegaskan arah kebijakan ekonomi Sumbar berdasarkan RPJMN 2020–2029 menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 7,3 persen. Untuk mencapai target itu, diperlukan investasi minimal Rp120 triliun hingga 2029.

“Untuk mencapai itu, kita butuh investasi minimal Rp120 triliun hingga 2029. Ini momentum penting untuk membangun energi hijau Sumatera Barat,” ucap Mahyeldi.

Ketua MKI Sumbar, Insanul Kamil, menyebut Sumatera Barat memiliki potensi energi terbarukan tertinggi di Indonesia, mencapai 52 persen. Ia menegaskan tidak ada provinsi lain di Indonesia yang melampaui angka tersebut.

“Tidak ada provinsi lain yang potensi energi terbarukannya di atas 50 persen. Hanya Sumatera Barat,” ujar Insanul Kamil.

Ia menambahkan MKI akan terus mendorong kolaborasi lintas sektor dan edukasi publik agar masyarakat memahami pentingnya energi bersih.

“Kita ingin Sumatera Barat menjadi role model nasional dalam isu energi hijau. Kalau bicara investasi energi terbarukan di Indonesia, modelnya ada di Sumatera Barat,” ungkap Insanul Kamil.

Forum investasi ini menjadi momentum penting bagi Sumatera Barat memperkuat posisi sebagai daerah dengan potensi energi hijau terbesar di Indonesia. Melalui sinergi antara pemerintah, MKI, dan dunia usaha, Sumatera Barat diharapkan mampu menjadi contoh nasional dalam pengembangan energi bersih dan berkelanjutan. (Bdr)