Kota Padang

Wali Kota Padang Sambut Wisatawan Malaysia di Rumah Gadang

389
×

Wali Kota Padang Sambut Wisatawan Malaysia di Rumah Gadang

Sebarkan artikel ini
Fadly Amran sambut rombongan Malaysia, promosikan wisata budaya dan revitalisasi destinasi di Kota Padang.Ist

PADANG – Wali Kota Padang menyambut rombongan Percutian MGB Petaling Izfar Travel Malaysia di Rumah Gadang Datuak Rajo Ibrahim, Kelurahan Pasar Ambacang, Kecamatan Kuranji, Sabtu malam (28/6/2025).

Kunjungan ini disambut hangat melalui tradisi makan bajamba dan ramah tamah bersama penghulu adat dan masyarakat setempat. Rombongan berjumlah 42 orang, terdiri dari kepala sekolah dan pejabat pemerintahan dari Selangor.

Fadly Amran menyampaikan rasa bahagia atas kedatangan tamu dari negeri jiran. Ia menegaskan bahwa wisata Padang tidak hanya pantai, tetapi juga budaya dan sejarah.

“Terima kasih atas kunjungan dari Malaysia. Semoga Mak Cik dan Pak Cik menikmati objek wisata yang ada di Kota Padang,” ujar Fadly Amran.

Baca Juga:  Padang Marandang 2025 Salurkan 1.500 Paket Rendang untuk Korban Bencana

Ia menyampaikan bahwa Pemko Padang terus meningkatkan kualitas destinasi, termasuk melalui revitalisasi kawasan Pasar Raya Padang dan wilayah pesisir.

“Kami berkomitmen menata Pasar Raya agar bersih dan nyaman, mengikuti standar pasar wisata Malaysia dan Vietnam,” kata Fadly Amran.

Fadly berharap upaya ini mendorong pertumbuhan kunjungan wisatawan mancanegara dalam dua tahun ke depan. Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas budaya untuk memperkuat citra pariwisata daerah.

Marsalleh Adaz menjelaskan, kunjungan ini bertujuan mengenal lebih dekat pemanfaatan Rumah Gadang sebagai objek wisata budaya. Ia juga memperkenalkan tradisi makan bajamba dan pakaian adat Minangkabau.

“Mereka ingin melihat langsung nilai budaya Minang dan praktik pelestarian cagar budaya,” ujar Marsalleh Adaz.

Baca Juga:  Wali Kota Padang Jajaki Kerja Sama Pendidikan dengan Jepang

Kegiatan ini mempererat hubungan budaya antara Padang dan Malaysia serta memperkuat promosi wisata berbasis kearifan lokal. (Bdr)