Sumatera Barat

Jalan Payakumbuh-Lintau Rusak Parah, Akan Diperbaiki Jika Truk Lebihi Tonase Ditertibkan

759
×

Jalan Payakumbuh-Lintau Rusak Parah, Akan Diperbaiki Jika Truk Lebihi Tonase Ditertibkan

Sebarkan artikel ini
Gubernur Mahyeldi saat meninjau ruas jalan Payakumbuh - LIntau, terlihat sejumlah lubang di badan jalan Jumat (13/10/2023).Ist

LIMAPULUH KOTA – Sepanjang 8 Km jalan penghubung Payakumbuh-Lintau tepatnya pada ruas Lareh Sago Halaban-Lintau kondisinya rusak parah. Mendapati kondisi itu, Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi berjanji akan memperbaiki melalui anggaran APBD Tahun 2024.

“Sebelum diperbaiki perlu dikaji ulang, apa penyebab kerusakannya,” kata Mahyeldi saat rapat bersama Camat Lareh Sago Halaban dan Walinagari Se-Kec. Lareh Sago Halaban di kantor Walinagari Labuah Gunuang, Jumat (13/10/2023).

“Informasi yang kami dapat, diketahui jalan itu rusak akibat tiap jam dilindas dump truk bermuatan material batu melebihi kapasitas, kami akan meninjau dan menertibkan usaha-usaha tambang yang ada di Kec. Lareh Sago Halaban ini,” ucap Gubernur.

Gubernur Mahyeldi mengatakan jika jalan itu diperbaiki sekarang, pasti bakal rusak kembali. Kalau terus menerus dilewati oleh dump truk yang bermuatan 45 ton tanpa beraturan tentu hal yang percuma.

Baca Juga:  Danrem 032/Wirabraja Berganti, Gubernur Mahyeldi Tegaskan Peran Sentral Korem 032/Wbr bagi Teritorial

“Sementara jalan itu adalah jalan kelas III dapat ditetapkan muatan sumbu terberat kurang dari 8 ton, itupun hanya bisa untuk kapasitas mobil truk colt diesel, tidak dump truk yang muatannya 45 ton,” kata Mahyeldi.

Kepala Bappeda Sumbar, Medi Iswandi menilai kondisi jalan rusak ini sama persis dengan jalan nasional menghubungkan Kabupaten Solok ke Solok Selatan. Tepatnya di air dingin perbatasan Solok Selatan dan Kabupaten Solok.

“Jadi ke khawatirannya jika jalan tersebut diperbaiki saat ini, tentu akan rusak dalam waktu cepat karena kegiatan tambang yang belum sesuai dengan aturan, yang pada akhirnya karena rusak dalam waktu cepat tentu akan timbul permasalahan hukum yang lain bagi dinas pelaksana pembangunan jalan ini, Jadi intinya kita tertibkan segera kegiatan pertambangannya dan kemudian baru kita alokasikan anggaran untuk memullihkan kondisi jalannya,”ujar Medi.

Baca Juga:  Gubernur Sumbar Minta Angkatan Kerja Sumbar Harus Memaksimalkan Berbagai Peluang

Camat Lareh Sago Halaban, Wahyu Marmora mengatakan pihaknya bersama-sama Walinagari se-kec. Lareh Sago Halaban telah banyak menampung keluhan dari warga masyarkat terkait masalah jalan tersebut.

“Oleh karena itu pada hari ini, kami bersama jajaran Walinagari bisa berkumpul untuk mencari solusi dari permasalahnya dari Bapak Gubernur, mudah-mudahan dengan kehadiran bapak mendapatkan titik terang dari permasalahan jalan yang rusak tersebut” ucap Wahyu.(Bdr)