Budaya

PPSI Gelar Seminar Sehari Silek Pauh, Demi Pelestarian Silat Tradisi

654
×

PPSI Gelar Seminar Sehari Silek Pauh, Demi Pelestarian Silat Tradisi

Sebarkan artikel ini

PADANG-Persatuam Pencak Silat Seni Indonesia (PPSI) Kota Padang gelar Seminar Sehari Silat Pauh dan Perkembanganya, yang dilaksanakan melalui pokok pokok pikiran (Pokir) Yandri anggota DPRD Padang dari Fraksi PAN di Kantor KAN Pauh IX Kuranji, Sabtu (26/11/2022).

Anggota DPRD Padang Yandri MPd mengatakan, perbedaan IPSI dan PPSI antara lain, IPSI mengurus pencak silat laga, sedangkan PPSI mengurus pencak silat tradisional. Silat Pauh merupakan salah satu aliran silek tuo yang ada di akota Padang. Itu dibuktikan dengan melakukan penelusuran ke Luak Tuo Kabupaten Tanahdatar beberapa waktu lalu.

“Mari jadikan PPSI ini memersatu sasaran yang ada di seluruh Nagari yang ada di Kota Padang,” ujar Yandri.

Dikatakan Yandri, selain itu PPSI juga telah melakukan silaturahmi ke beberapa sasaran yang ada di Kanagarian Pauh IX Kuranji dan Kanagarian Pauh V dan Nagari Limau Manih. Ia mengaku, bakal komit melakukan pelestarian dan pembinaan terhadap silek Pauh yang ada di Kota Padang.

Baca Juga:  Alek Festival Sipakrago, Dibuka Kepala Museum Disbud Sumbar

Selain itu nanti pada tahun 2023 mendatang, silat laga atau silat pertandingan (IPSI) akan di kemitraan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora). Sedangkan, silat tradisi (PPSI) di antaranya silek Pauh, bakal di bawah naungan organisasi perangkat daerah (OPD) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Padang.

Ketua KAN Pauh IX Kuranji yang diwakili Sekretaris Musdafirman Dt Rj Diguci mengatakan, silat Pauh merupakan salah satu silek untuk perang. Di mana silek Pauh ini merupakan gabungan dari aliran sikat yang ada di Ranah Minang.

Karena Kota Padang merupakan ibukota provinsi khususnya di Pauh Siampek Baleh (Pauh IX dan Pauh V) basis perjuangan, sehingga pejuang yang ikut berjuang merupakan berasal dari berbagai daerah di Sumbar. “Sehingga, berbagai aliran silat berkolaborasi yang menyatu menjadi aliran sebut yang disebut Silek Pauh,” ujar Musdafirman.

Baca Juga:  Lantamal II Gelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad, Danlantamal: Tingkatkan Semangat Kepedulian dengan Sesama

Ditambahkan Musdafirman, terkait keberadaan KAN dan LKAAM, juga tugas pokok dan fungsi masing-masing. Di mana LKAAM organisasi masyarakat (Ormas) yang lahir rahim politik, yang Tupoksi – nya melakukan pembinaan dan pelestarian adat nan sebatang panjang. Sedangkan, KAN lembaga musyawarah tertinggi ninik mamak dalam adat salingka nagari. “Yakni tumbuh yang membonsek di nagari masing masing mengurus sako dan pusako,” ucap Musdafirman.

Camat Kuranji melalui Kasi Kesos Yeni mendukung kegiatan seminar sehari Silat Pauh dan perkembangannya. “Sehingga bisa melestarikan dan membina keberadaan sasaran silat tradisi di Pauh IX Kuranji,” ujar Yeni. Dalam kesempatan ini Camat Kuranji sekaligus membuka dengan resmi Seminar Sehari Silek Pauh dan perkembangannya. (drd)