Budaya

Disbud Sumbar Tutup Festival Sipakrago 2022, Tim Jilujue jadi Pemuncak

570
×

Disbud Sumbar Tutup Festival Sipakrago 2022, Tim Jilujue jadi Pemuncak

Sebarkan artikel ini

PADANG – Dinas Kebudayaan (Disbud) Sumbar tutup alek Festival Sipakrago Pauh IX Cup 2022 se Sumbar di Halaman Kantor KAN Pauh IX Kuranji Kota, Senin malam (18/7/2022). Dalam festival ini Tim Sipakrago Jilujue didaulat tim terbaik dari 35 tim peserta.

Kabid Warisan Budaya dan Bahasa Minang Disbud Sumbar Afrimas mengharapkan, permainan tradisi anak nagari ini kembali eksis lestari di tengah tengah masyarakat Minang. “Tidak hanya lagi dikenal di dua kabupaten dan kota saja seperti di Kota Padang dan Kabupaten Padangpariaman,” ujar Aprimas.
Tapi hendaknya, ujar Afrimas, lebih dikenal luas di alam Ranahminang ini, kayak seperti sebelumnya. Maka dalam hal ini perlu langkah sinergitas Penprov Sumbar melalui Disbud dengan SKPD terkait di pemerintahan kabupaten dan kota se Sumbar.

Aprimas mengapresiasi Anak Nagari Pauh IX Kuranji yang sukses mengelar Festival Sipakrago dan ucapat selamat kepada tim-tim terbaik.

Alhamdulillah kegiatan ini berjalan dengan lancar dan sukses ini tak terlepas dari dukungan dan kerjasama kita semua sehingga. Untuk itu secara pribadi dan lembaga mengapresiasi semua pihak yang terlibat dalam pelaksanaan kegiatan festival ini yang dari awal sampai berakhirnya.

“Dan saya juga ucapkan terimakasih kepada bapak Evi Yandri Rajo Budiman anggota DPRD Sumbar melalui dana pokok-pokok pikiranya menginisiasi terlaksananya kegiatan ini,, ” ujar Aprimas.

Baca Juga:  Darak Badarak Hoyak Ribuan Pengunjung di Medan Nan Bapaneh KAN Pauh IX

Ketua MPA KAN Pauh IX Kuranji Kota Padang Irwan Basir Dt Rajo Alam mengatakan, rami Nagari dek nan mudo, elok nagari dek nan tuo. Kegiatan maingekan ingek nan lupo, manjagoan Nan takalok.

“Sipakrago ini olahraga rakyat, Sipakrago ini bentuk dari kebersamaan. Ini menandakan orang Minang tak bisa tagak surang sperti batang pinang, tapi hidup dengan kebersamaan. Selain itu dari kebersamaan juga nilai kesetiakawanan yang penuh dengan budaya dan nilai nilai muatan lokal, “ujar Irwan.

Olahraga tradisi permainan rakyat ini sangat baik dalam menjaga silaturahmi. Dan permainan ini membutuhkan tim yang solid atau sadantiang bak basi dan saciok bak ayam. Kemudian juga bisa megantisipasi generasi dari perbuatan perbuatan yang mengarah ke ke pergaulan negatif. Antara lain, kenakalan remaja, gank motor, begal, Narkoba dan lain lain.

Anggota Komisi IV DPRD Sumbar Evi Yandri Rajo Budiman mengatakan, sebelumnya permainan anak nagari Minang ini nyaris hilang. Tapi sekarang sudah mulai menggeliat kembali. Bahkan , sudah mulai menggeliat di dua daerah di Kota Padang dan Padangpariaman. Namuny, diharapkan kembali eksis di seluruh kabupaten dan kota di Sumbar.

Selain itu juga ada sinergisitas antara Pemprov Sumbar melalui Dinas Kebudayaan dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang, agar pada masa mendatang olahraga rakyat ini kembali buming di Ranah Minang ini.

Baca Juga:  Bupati Tanah Datar Kukuhkan Pengurus Alumni SMAN 1 Lintau

Selain itu Disbud Sumbar bakal melaksanakan studi tiru ke Sulawesi Selatan. Studi tiru ini untuk mencari pembanding untuk meningkatkan olahraga tradisi ini kembali di tengah tengah masyarakat Minang. Di mana permainan anak nagari ini tidak mencari siapa yang terbaik. Tapi permainan yang memiliki nilai nilai atau makna dalam kehidupan, kekompakan, kebersamaan, tmenyalahkan rekan dalam tim.

Selain itu olahraga rakyat Sipakrago ini bakal diusulkan Pemprov Sumbar melalui Disbud menjadi warisan budaya yang bukan benda. Mudah mudahan rencana terealisasi, sehingga manambah deretan warisan budaya asal Sumbar yang telah terdaftar.

Festival Sipakrago se-Sumbar yang digelar Disbud Sumbar bekerjasama dengan Ikatan Sipak Rago ((ISR) FKAN Pauh IX melalui dana pokok-pokok pikiran anggota DPRD Sumbar Evi Yandri Rajo Budiman ini menobatkan Tim Sipakrago Jeluju FKan Pauh IX, Kuranji menjadi yang terbaik.

Terbaik Dua diraih tim sipakrago Kasang Saiyo dari Padangpariaman dan terbaik ketiga diraih tim Ruyung putih dengan mengoleksi nilai 606.
Sementara tim sipakrago Tujuh Ragam berhasil menjadi terbaik IV dengan mengoleksi nilai 588 disusul terbaik V diraih tim sipakrago Gang Beton dari Kecamatan Koto Tangah dan terbaik VI diraih tim sipakrago Baringin Tabek dari Kuranji dengan mengoleksi nilai 570. (drd)