PADANG-Dalam menyalurkan uang pembinaan terhadap cabang olahraga (Cabor), KONI Padang dinilai bersikap tebang pilih. Pasalnya, Cabor yang jumlah atletnya hanya sedikit dikucuri dana pembinaan lebih besar.
Sedangkan, ironinya Cabor dengan jumlah atletnya lebih banyak, namun diberikan dana pembinaan lebih sedikit. Pertanyaannya, apakah ada regulasi atau aturan mengatur, sikap yang di luar kelaziman ini.
Salah seorang pengurus Cabor di Kota Padang Erizal mengungkapkan, cukup menyayangkan sikap Ketua KONI Padang Erianto yang berlaku tebang pilih dalam melakukan pembinaan terhadap atletnya, jelang dihelatnya multi iven olahraga bertajuk Porprov Sumbar 2026.
“Jelas sikap diskriminatif seperti ini telah menciderai semangat sportivitas di tengah persiapan menghadapi alek olahraga Porprov Sumbar,” jelasnya.
Kenapa tidak, ada Cabor yang atletnya berjumlah 8 orang, untuk uang pembinaan seperti dana training camp (TC), untuk perlengkapan TC dan perlengkapan pertandingan dikucuri Rp40 juta.
Sedangkan, Cabor yang memiliki atlet 30 orang dan potensi medalinya mencapai 30 medali, tapi diberi dana pembinaan Rp30,5 juta. “Lucu,masa ya Cabor dengan potensi medali yang besar dan jumlah atlet yang cukup signifikan, namun diberi dana yang minim,” ujarnya.
Selain itu, TC jelang hari “H”, Porprov hanya selama lima hari saja, jika dibandingkan Porprov 2018 di Padangpariaman lalu, tenggat waktu TC tersebut lebih dari lima hari.
Tidak itu saja, anehnya lagi atlet dalam mengikuti TC, hanya diberi jatah makan dua kali sehari. Yakni pagi dan malam saja. Sedangkan, pada Porprov sebelumnya atlet dijatah makan tiga kali sehari. Perlu juga dipertanyakan kenapa hanya diberi makan dua kali sehari, mereka atlet harus cukup kalori, untuk mengejar. Mereka bukan pelesiran, sebab selain kalori juga butuh suplemen dan puding.
Sementara, KONI Padang dalam menghadapi agenda multi iven dua tahunan Porprov Sumbar 2026, Pemko Padang mengucuri dana Rp38 miliar. Dengan suntikan daan sebesar puluhan miliar, dituntut KONI menghadirkan juara umum pada Porprov 2026. Bahkan, tidak hanya juara umum saja akan tetapi juga dilengkapi dengan medali Cabor sepakbola.
Sebab, tidak lengkap rasanya juara umum jika tidak lengkap dengan juara Cabor Sepakbola, “ucapnya.
Ketika dikonfirmasikan ke Ketua KONI Padang Erianto membantah, ada sikap diskriminatif. Bahkan, ia enggan berkomentar panjang lebar. Ia berjanji segera akan mencairkan dana pembinaan terhadap Cabor, jelang Porprov Sumbar 2026 ini.
” Tapi, kalau ada Cabor yang memiliki atlet sedikit, namun mendapatkan dana lebih banyak, maka tak semuanya bisa dipakai. Maka sisanya harus dikembalikan,” katanya. (shb)






