Kota Padang

Sentra Rendang Padang Disiapkan Jadi Penggerak UMKM Naik Kelas

9
×

Sentra Rendang Padang Disiapkan Jadi Penggerak UMKM Naik Kelas

Sebarkan artikel ini
Wako Padang Fadly Amran menyampaikan hal itu saat meninjau Komplek Sentra Rendang Kota Padang di Kelurahan Lubuk Buaya, Kecamatan Koto Tangah, Rabu (26/8/2026).Ist

PADANG – Wali Kota Padang Fadly Amran mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memanfaatkan fasilitas Sentra Rendang Kota Padang secara optimal. Pemanfaatan fasilitas tersebut diharapkan mendukung Program Unggulan (Progul) UMKM Naik Kelas.

Fadly Amran menyampaikan hal itu saat meninjau Komplek Sentra Rendang Kota Padang di Kelurahan Lubuk Buaya, Kecamatan Koto Tangah, Rabu (26/8/2026). Ia meninjau langsung kondisi sarana dan prasarana produksi yang tersedia di lokasi tersebut.

Peninjauan mencakup ruang sterilisasi, ruang kemasan primer dan sekunder, serta dapur produksi. Fadly ingin memastikan fasilitas milik Pemerintah Kota Padang dapat dimanfaatkan pelaku usaha untuk meningkatkan keterampilan, kewirausahaan, dan pengembangan produk unggulan daerah.

Menurut Fadly, Sentra Rendang tidak hanya dapat digunakan untuk memproduksi rendang. Fasilitas tersebut juga bisa mendukung pengembangan berbagai produk UMKM lainnya. Ia mengajak pelaku usaha memanfaatkan fasilitas yang tersedia secara maksimal.

Baca Juga:  Sosialisasi Perizinan Berbasis Risiko, Gubernur Mahyeldi Berharap Pelaku UMKM Makin Eksis

“Dari hasil peninjauan, kita melihat kondisi dapur cukup panas karena sistem pembuangan udara atau exhaust masih belum memadai. Kita akan segera perbaiki, sehingga kondisi dapur menjadi lebih baik dan proses memasak rendang dapat berjalan lebih lancar,” ujarnya.

Fadly juga mengajak masyarakat Kota Padang yang memiliki produk UMKM menggunakan fasilitas Sentra Rendang. Pemerintah Kota Padang tidak membebankan biaya besar kepada pelaku usaha. Pengguna fasilitas hanya dikenakan retribusi sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kami mengajak warga Kota Padang yang memiliki produk UMKM untuk memanfaatkan fasilitas Sentra Rendang Kota Padang. Pemerintah Kota tidak akan membebani biaya yang besar untuk mencari untung, hanya retribusi sesuai ketentuan dan peraturan yang berlaku,” katanya.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kota Padang Feri Erviyan Rinaldy menjelaskan, Sentra Rendang sudah siap digunakan sejak 2024. Pemanfaatannya belum optimal karena sejumlah peralatan dan fasilitas masih membutuhkan dukungan anggaran untuk pemeliharaan.

Baca Juga:  Dewan Pendidikan Sumbar Apresiasi Program Subuh Mubarakah di Kota Padang

“Kita akan mengusulkan anggaran untuk perbaikan pembuangan udara atau exhaust, sekaligus penambahan sarana pendukung lainnya, sehingga Sentra Rendang ini dapat dimanfaatkan secara maksimal,” ujarnya.

Feri menambahkan, Pemko Padang berencana meningkatkan kapasitas produksi rendang. Saat ini, satu kuali mampu menampung sekitar 15 kilogram rendang dalam satu kali proses memasak. Pada 2027, kapasitas tersebut ditargetkan meningkat menjadi 20 kilogram per kuali. Sentra Rendang memiliki delapan kamar produksi. Jika setiap kamar menggunakan satu kuali berkapasitas 20 kilogram, total produksi dapat mencapai sekitar 160 kilogram dalam satu kali proses memasak.

“Pada 2027 kita akan mengupayakan peningkatan kapasitas menjadi 20 kilogram untuk satu kuali. Kita memiliki delapan kamar produksi. Jika satu kamar menggunakan satu kuali berkapasitas 20 kilogram, maka kapasitas produksinya bisa mencapai sekitar 160 kilogram dalam sekali proses memasak,” katanya. (Bdr)