Sumatera Barat

Seleksi Baznas Sumbar Selesai, Ini 10 Calon Pimpinan Periode 2026–2031

10
×

Seleksi Baznas Sumbar Selesai, Ini 10 Calon Pimpinan Periode 2026–2031

Sebarkan artikel ini
Sekretaris Daerah Provinsi Sumbar, Arry Yuswandi

PADANG — Tim Seleksi Calon Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Sumatera Barat periode 2026–2031 menetapkan 10 calon terbaik. Nama tersebut telah dilaporkan kepada Gubernur Sumatera Barat untuk diteruskan kepada Baznas RI guna memperoleh pertimbangan sebelum penetapan pimpinan definitif.

Ketua Tim Seleksi Arry Yuswandi mengatakan seluruh tahapan seleksi telah selesai. Proses seleksi berlangsung maraton dan mengikuti ketentuan yang berlaku.

“Alhamdulillah, seluruh tahapan seleksi telah selesai. Sepuluh nama terbaik telah ditetapkan dan dilaporkan kepada Gubernur Sumatera Barat untuk selanjutnya diajukan kepada Baznas RI guna memperoleh pertimbangan,” ujarnya di Padang, Jumat (14/8/2026).

Seleksi diawali dengan pendaftaran 54 calon peserta. Tim seleksi menggugurkan dua peserta pada tahap administrasi karena tidak memenuhi persyaratan. Sebanyak 52 peserta berhak mengikuti uji kompetensi berbasis Computer Assisted Test (CAT) dan penulisan makalah. Satu peserta tidak hadir dalam ujian dan dinyatakan mengundurkan diri.

Baca Juga:  Belum UHC, Baru 92,88 Persen Penduduk Sumbar Jadi Peserta BPJS Kesehatan

Hasil CAT dan penilaian makalah menyaring 25 peserta untuk mengikuti tahap wawancara. Tim seleksi kemudian menetapkan 10 nama terbaik sebagai calon pimpinan Baznas Sumbar periode 2026–2031.

Sepuluh nama tersebut yakni Rahimul Amin, Ali Margosim, Yulius, Rahmat, Afdal, Deni Marlesi, Firdaus, Feri Irawan, Abdul Latif, dan Budiman.

Arry menyebut seluruh peserta merupakan putra-putri terbaik Sumbar. Mereka memiliki komitmen meningkatkan kesejahteraan umat melalui pengelolaan zakat. Proses seleksi berlangsung kompetitif. Tim menguji pemahaman peserta mengenai fikih zakat, tata kelola zakat, moderasi beragama, kemampuan manajerial, gagasan, serta inovasi pengembangan Baznas Sumbar.

“Yang paling kami harapkan adalah lahirnya pemimpin yang memiliki visi, inovasi, dan kemampuan membangun tata kelola zakat yang profesional, transparan, dan berdampak luas bagi masyarakat,” katanya.

Tim penilai terdiri atas pakar dan praktisi bidang perzakatan. Tim tersebut beranggotakan Arry sebagai ketua, Ahmad Zakri sebagai Asisten I Setda Provinsi Sumbar sekaligus Ketua UPZ Tuah Sakato, Muchlis Bahar sebagai pakar zakat UIN Imam Bonjol Padang, Edison sebagai Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kementerian Agama Sumbar, serta Abrar Munandar sebagai Kepala Bidang Zakat Kanwil Kementerian Agama Sumbar.

Baca Juga:  Untuk MTQ, Pemprov Sumbar Salurkan Rp7 Miliar BKK pada Pemkab Solok Selatan

Arry mengatakan masyarakat Sumbar menaruh harapan besar kepada pimpinan Baznas terpilih. Pimpinan baru diharapkan mampu menghadirkan terobosan dalam pengelolaan zakat. Kepemimpinan yang kuat dan inovatif juga diharapkan memperkuat program pemberdayaan masyarakat. Target akhirnya meningkatkan kesejahteraan mustahik dan mendorong lebih banyak mustahik bertransformasi menjadi muzaki.

Dengan penetapan 10 calon tersebut, Tim Seleksi resmi menuntaskan tugasnya. Tahapan berikutnya berada pada Baznas RI untuk memberikan pertimbangan. Setelah proses tersebut selesai, lima pimpinan Baznas Provinsi Sumbar periode 2026–2031 akan ditetapkan. (Bdr)