Peristiwa

Milad Ke-241, Momen Evaluasi untuk Bukittinggi Lebih Maju

85
×

Milad Ke-241, Momen Evaluasi untuk Bukittinggi Lebih Maju

Sebarkan artikel ini

BUKITTINGGI — ‎TAK terasa, telah 241 tahun Bukittinggi hadir di blantika Indonesia. Usia yang tidak sedikit jika dibilang angka, namun umur yang tetap bisa berbuat menjadi lebih baik lagi.

‎Sebagaimana dikatakan ketua DPRD Kota Bukittinggi, H Syaiful Efendi, momen milad kali ini, harus jadi ruang yang tepat untuk merefleksikan apa yang telah dilakukan selama ini.

‎”Milad kali ini sangat tepat untuk mengkoreksi, mengintrospeksi dan mengevaluasi perjalanan panjang Kota Bukittinggi agar pembangunan ke depan benar-benar berpijak pada realitas dan pengalaman kolektif masyarakat,” kata Syaiful dalam sidang paripurna istimewa Hari Jadi Kota (HJK) Ke-241 Kota Bukittinggi yang digelar di Balai Sidang Istana Bung Hatta, Senin (22/12).

‎Menurut politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu, penetapan Bukittinggi sebagai Kota Perjuangan bukan sekadar label, melainkan pilihan sejarah yang lahir dari nilai adat, semangat juang, dan kebersamaan masyarakat.

Rapat paripurna itu sendiri, selain dihadiri seluruh anggota DPRD Kota Bukittinggi, juga dihadiri Gubernur Sumatera Barat yang diwakili Asisten III Medi Iswandi, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias dan Ibnu Asis, anggota DPR RI Ir. Mulyadi, anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat Yessi Ramlan Nurmatias dan Asril, SE, unsur Forkopimda, tokoh adat, serta tamu undangan lainnya.

‎Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Zulhamdi Nova Candra I.B., A.Md. memaparkan kronologis panjang sejarah Bukittinggi.

Baca Juga:  Bukittinggi Tertinggi Dikunjungi Wisatawan dari Daerah Lain di Sumbar


‎Dari perjalanan nama hingga peran strategisnya sebagai pusat perjuangan, pendidikan, dan pemerintahan di Sumatera Barat.

‎”Bukittinggi adalah kota yang tumbuh dari denyut sejarah dan nalar peradaban. Sehingga identitas sejarah dan perjuangan sangat terasa di sini,” ucapnya.


‎Wali Kota Ramlan Nurmatias dalam sambutannya menyampaikan realitas pembangunan yang dijalani selama sepuluh bulan kepemimpinannya bersama Wakil Wali Kota.

‎”Di tengah keterbatasan anggaran dan kebijakan efisiensi keuangan, pemerintah kota tetap melaju. Keterbatasan bukan alasan untuk berhenti,” katanya menegaskan.


‎‎Sejumlah program prioritas kata dia, terus berjalan, mulai dari penanganan bencana, renovasi taman kota, perbaikan infrastruktur jalan, penataan dan pengelolaan pasar, penyelesaian status tanah kawasan Fort de Kock, peningkatan sektor pendidikan, penyaluran bantuan sosial, hingga penguatan kerja sama dengan sektor perbankan demi kesejahteraan masyarakat.

‎Nuansa adat dan kearifan lokal semakin menguat saat Pucuak Bulek Suku Tanjuang Nagari Kurai Limo Jorong, RGS Datuak Rajo Endah, menyampaikan sambutan selaku tokoh masyarakat.

Baca Juga:  IKTD Nilai Program Erman Safar Heldo Aura Menarik dan Menguntungkan Warga

‎Dia mengingatkan akan pentingnya menjaga nilai-nilai adat di tengah laju kota yang kian kosmopolitan.

‎“Adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah harus tetap menjadi kompas kita,” ujarnya.

‎Nilai-nilai luhur seperti gadang nan indak malendo, cadiak nan indak manjua, tajam nan indak malukoi, kaba baiak bahimbauan, kaba buruak bahambauan sebagai fondasi kehidupan yang harmonis dan berperadaban.

‎Mewakili Gubernur Sumatera Barat, Medi Iswandi menekankan bahwa peringatan HJK ke-241 adalah momentum memperkuat semangat kolaborasi dan inovasi.

‎“Komitmen membangun harus terus dijaga demi meningkatnya kesejahteraan masyarakat Sumatera Barat,” katanya.

‎Menambah makna, rapat paripurna ini juga dirangkai dengan peringatan Hari Ibu ke-97 bertema “Perempuan Berdaya dan Berkarya Menuju Indonesia Emas 2045”.

‎Ketua DPRD Kota Bukittinggi menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh perempuan Indonesia, sebagai pilar keluarga dan bangsa.

‎Rangkaian acara ditutup dengan foto bersama di depan Jam Gadang, ikon kebanggaan Bukittinggi, yang tahun ini genap berusia satu abad (100 tahun).

‎Sebuah penutup simbolik yang menegaskan kesinambungan sejarah, dari masa lalu yang berakar kuat, menuju masa depan yang terus diperjuangkan. (aul)