PADANG-Masyarakat yang bermukim di Lambuang Bukik dan sekitarnya jika akses ke kawasan Kampus Unand Limau Manis Pauh terpaksa jalan memutar ke Jembatan Baru Pertigaan Kuranji.
Hal tersebut diakibatkan Jembatan Gunung Nago yang berada di Kelurahan Lambuang Bukik Kecamatan Pauh Kota Padang putus dihantam arus deras meluapnya Batang Kuranji, Kamis pagi (27/11/2025).
Sehingga, dengan putusnya jembatan penghubung warga Nagari Pauh V Kecamatan Pauh – dengan Nagari Pauh IX Kecamatan Kuranji tersebut tak saja menghambat transportasi tentu juga mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat.
Detik-detik putusnya jembatan tersebut dilaporkan video yang berdurasi beberapa detik di akun Fb Syahrul Fadli. Air Batang Kuranji yang berwarna kuning kecoklat – kecoklatan itu ketinggian debitnya melewati jembatan.
Dan arus air yang sangat deras juga menghanyutkan material kayu dan menghantam sisi jembatan yang berlantai plat besi tersebut. Jembatan sepanjang 70 meter itu tidak kuat membendung hantaman arus air Batang Kuranji yang begitu kuat bercampur kayu mengakibatkan jembatan putus dihanyutkan arus.
“Putusnya jembatan menganggu akses transportasi masyarakat Pauh dengan Kuranji,” sebut Syahrul.
Katanya, dengan putusnya jembatan ini juga mengakibatkan akses transportasi masyarakat Lambuang Bukik terpaksa memutar ke Jembatan Pertigaan Kuranji, yang berjarak lebih kurang 1 kilometer.
Jembatan Gunung Nago Pauh ini dibangun pada tahun 2011. Jembatan ini memiliki panjang 70 meter dan berfungsi sebagai penghubung untuk irigasi dan transportasi di sekitar Bendungan Gunung Nago, Kecamatan Pauh, Kota Padang.
Sebelumnya, tahun 2016 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait Pemko Padang ingin membangun Jembatan Gunung Nago ini lebih representatif, namun terkendala ganti lahan masyarakat.
Namun, keberadaan jembatan tersebut tidak saja sekedar sarana transportasi, akan tetapi juga penunjang ekonomi masyarakat di dua kecamatan yang terpisahkan Batang Kuranji. Tentu kedepannya, masyarakat mengharapkan jembatan itu dibangun kembali. (drd)







