SOLOK SELATAN – Kamanakan (keponakan) Daulat Yang Di Pertuan Tuanku Rajo Bagindo Raja Adat Alam Surambi Sungai Pagu, Pucuk Pimpinan Kampai Nan XXIV Baloen, Kabupaten Solok Selatan di persunting oleh pria pujaannya. Prosesi baralek dilaksanakan selama satu minggu.
Prosesi itu, diantaranya dari mambantai, malam mainai, prosesi kesenian adat, menikah hingga hari resepsi yang digelar Minggu (24/08/2025) serta manjalang ke rumah mempelai pria esoknya Senin (25/08/2025).
Suasana dengan Tradisional Minang Kabau di poles tradisi modern terlihat pada prosesi itu, hingga momen sakral menyelimuti Istano Baloen Rajo Daulat Yang Di Pertuan Tuanku Rajo Bagindo.
Baralek Gadang (resepsi pernikahan) Puti Melani Wulandari Dewi Baloen dengan Yopan Yuliano di Istano Baloen yang berlokasi di Nagari Pakan Rabaa Tengah Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh Kabupaten Solok Selatan itu dihadiri oleh mulai dari Bupati Solok Selatan, Kapolres Solok Selatan, tokoh masyarakat, hingga kerabat dari berbagai daerah.
Resepsi adat kebesaran yang berlangsung selama sepekan itu menjadi momen bersejarah bagi keluarga besar Istano Baloen. Prosesi akad nikah sendiri telah dilangsungkan, Jumat, 23 Agustus 2025 dengan saksi dari Wakil Bupati Solok Selatan dan Sekretaris Daerah Solok Selatan.
“Ini merupakan prosesi baralek yang pertama untuk generasi ke 18 Kamanakan Rajo Baloen. Prosesi baralek ini terlaksana selama satu minggu hingga hari puncaknya,” ujar perwakilan keluarga Rajo Baloen, Tuanku Rajo Mudo Sutan Mukhwi Vendra Baloen.
Puti Melani Wulandari Dewi Baloen merupakan Putri sulung pasangan Puti Yurina Dewi Baloen dan Dedi Dasmon. Pasangan itu tampil anggun di pelaminan dengan busana khas Minangkabau sebagai anak daro, sementara sang marapulai, Yopan Yuliano, tampak gagah mendampingi.
Dalam prosesi akad nikah, Yopan menyerahkan mahar berupa seperangkat alat salat, tujuh garam emas murni, serta uang tunai Rp8.002.000. Mahar tersebut menjadi simbol kesungguhan dan komitmen dalam membina rumah tangga.
Istano Baloen yang diperkirakan berusia 700 tahun itu sendiri saat di huni dan menjaga garis keturunan dari Puti Ros Dewi Baloen, puti gerasi ke-16, dimana untuk rajanya yang kini diteruskan oleh Bareno Rajo Daulat Yang Di Pertuan Tuanku Rajo Bagindo, Raja generasi ke 17. Beliau memiliki saudara Tuanku Mudo Sutan Mukhwi Vendra Baloen dan Tuanku Mudo Sutan Syahalam Baloen.
Selanjutnya, Puti Yurina Dewi Baloen memiliki tiga putri, yakni Puti Melani Wulandari Dewi Baloen, Puti Zahwa Zaqila Baloen, dan Puti Trizora Baloen. Sedangkan Puti Ferona Dewi Baloen memiliki dua putra, Tuanku Mudo Sutan Alif Baloen dan Sutan Farqah Hidayat Baloen.
Baralek Gadang ini tidak hanya menjadi peristiwa keluarga, tetapi juga mempertegas kelestarian adat dan budaya Minangkabau yang masih terjaga kuat di Istano Rajo Baloen.
Bareno sebagai Daulat Yang Di Pertuan Tuanku Rajo Bagindo Raja Adat Alam Surambi Sungai Pagu, Pucuk Pimpinan Kampai Nan XXIV Baloen, Kabupaten Solok Selatan, Minang Kabau Sumatera Barat angkatan ke-17 pengganti Bustam Baloen, SH Tuanku Rajo Bagindo yang mangkat pada 20 Mei 2020 lalu, dilewakan pada Senin 14 November 2022 lalu.
“Keponakan yang melaksanakan prosesi baralek adalah generasi ke-18, kami memiliki lima orang, 3 Puti (gelar perempuan) dan 2 Sutan (gelar laki-laki) dari dua Puti generasi ke 17. Terima kasih kami ucapkan kepada semua pihak, ada niniak mamak, dubalang, anak kamanakan, Bundo kandung serta para tamu dan undangan yang telah hadir pada prosesi baralek kamanakan kami di Istano Baloen,”pungkasnya. (afr)







