PADANG – Pemerintah Kota Padang memulai revitalisasi kawasan Kota Tua menjadi destinasi wisata unggulan.
Program ini bagian dari Progul Jelajah Padang yang dijalankan di bawah kepemimpinan Wali Kota Fadly Amran dan Wakil Wali Kota Maigus Nasir.
Fadly Amran menyebut revitalisasi tidak hanya menyasar perbaikan fisik, tapi juga menghidupkan kembali kawasan bersejarah sebagai pusat budaya, ekonomi, dan pariwisata berkelanjutan.
“Kita berharap Kota Tua Padang ke depan tidak saja sejajar dengan kawasan heritage lainnya di Indonesia, namun juga bisa sejajar dengan kota-kota tua penuh sejarah yang ada di dunia,” ujar Fadly Amran.
Ia mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dalam penyusunan masterplan revitalisasi Kota Tua.
Apresiasi juga disampaikan kepada DPRD Sumbar, BUMN/BUMD, dan seluruh pemangku kepentingan yang ikut terlibat dalam Focus Group Discussion (FGD).
“Melalui FGD ini, kami berharap muncul masukan, kritik konstruktif, serta solusi konkret dari para pemangku kepentingan. Ini adalah langkah awal kita mewujudkan kawasan Kota Tua sebagai ikon wisata kebanggaan Kota Padang,” pungkas Fadly Amran.
Mewakili Gubernur Sumbar, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov, Arry Yuswandi, menyatakan siap mendukung pengembangan Kota Tua sebagai destinasi edukatif dengan daya tarik sejarah.
Ia menegaskan pentingnya menyuguhkan wajah baru Kota Tua yang menarik wisatawan dan mampu menggerakkan ekonomi lokal.
“Upaya ini membutuhkan sinergi dari seluruh unsur pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, hingga elemen masyarakat. Pemprov Sumbar siap bersinergi dan berkolaborasi,” tukas Arry Yuswandi.
FGD ini turut dihadiri Wakil Ketua DPRD Sumbar Nanda Satria dan Iqra Chissa, Anggota DPRD Sumbar Albert Hendra Lukman, serta Anggota DPRD Padang Iswanto Kwara.
Pengurus Pengelola Kota Tua Padang dan pimpinan OPD Pemprov Sumbar serta Pemko Padang juga ikut serta dalam diskusi tersebut. (Bdr)







