Kota PadangPeristiwa

Main di Sungai, Anak 3,5 Tahun Hanyut di Bandar Buat Kota Padang

487
×

Main di Sungai, Anak 3,5 Tahun Hanyut di Bandar Buat Kota Padang

Sebarkan artikel ini
Anggota TRC PB BPBD Kota Padang serta Tim Gabungan bersama masyarakat melakukan pencarian korban.

PADANG – Seorang bocah bernama Alif Hafiz Rizki berumur 3,5 tahun, hanyut di kawasan Belakang Pemancar RCTI Kelurahan Bandar Buat Kecamatan Lubuk Kilangan (Luki) Kota Padang, Senin (7/4) pukul 15.00 WIB.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Provinsi Sumbar, Hendri Zulviton mengatakan, anak ke-3 dari Reva (24), warga Kelurahan Bandar Buat Kecamatan Luki.

Anak itu hanyut saat sedang bermain di jembatan dekat rumahnya, pada pukul 15.00 WIB.

“Orang tuanya telah dilakukan penyusuran serta mencari keberadaan anaknya ke rumah tetangga dibantu masyarakat. Namun korban tidak ditemukan,” ungkap Hendri.

Hendri menambahkan, saat ini Anggota TRC PB BPBD Kota Padang serta Tim Gabungan bersama masyarakat melakukan pencarian korban.

Baca Juga:  Bupati Eka Putra Saksikan Pengukuhan Pengurus IPKSI Batipuh

Pencarian dilakukan di aliran sungai di kawasan tersebut.

Hingga berita ini diturunkan pukul 18.30 WIB, korban masih belum ditemukan.

Kondisi cuaca hujan dengan intensitas cukup tinggi yang berdampak tingginya debit air sungai menyulitkan tim untuk melakukan pencarian.

Ditemukan
Akhirnya Tim gabungan yang terdiri dari BPBD Padang, SAR, TNI, Polri, kecamatan dan warga setempat berhasil menemukan balita yang hanyut di sungai belakang pemancar RCTI RT 03 RW 05 Kelurahan Bandar Buat, Lubuk Kilangan dalam keadaan meninggal dunia, Selasa (8/4/2025) sekitar pukul 8.30 WIB.

Jasad Alif Hafiz Rizki (3) ditemukan 600 meter dari lokasi kejadian. Saat ini jasad korban telah dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan.

“Tim gabungan berhasil menemukan korban 600 meter dari lokasi kejadian dalam keadaan meninggal dunia. Jasad korban telah kami evakuasi dan dibawa ke rumah duka,” kata Kalaksa BPBD Padang, Hendri Zulviton.

Baca Juga:  Gubernur Sumbar Laporkan  Jumlah Korban Meninggal Dunia Akibat Banjir Bandang Menjadi 34 Orang

Hendri Zulviton mengatakan, sebelumnya tim gabungan telah melakukan pencarian terhadap korban di sepanjang aliran sungai sejak Senin (7/4) hingga Selasa (8/4) pagi. Pencarian tadi pagi membuahkan hasil.

“Kemarin sempat kita tunda pencarian karena kondisi cuaca dan malam hari. Tadi pagi kembali kita lanjutkan pencarian bersama tim gabungan dan warga setempat, Alhamdulillah korban berhasil ditemukan,” ujar Hendri Zulviton.

Hendri Zulviton mengingatkan kepada seluruh orangtua agar memperhatikan anak-anaknya saat bermain di luar rumah. Jangan sampai anak-anak menjadi korban akibat kelalain. (Bdr)