PeristiwaSumatera Barat

Gubernur Sumbar Laporkan  Jumlah Korban Meninggal Dunia Akibat Banjir Bandang Menjadi 34 Orang

235
×

Gubernur Sumbar Laporkan  Jumlah Korban Meninggal Dunia Akibat Banjir Bandang Menjadi 34 Orang

Sebarkan artikel ini
Gubernur Mahyeldi saat meninjau dampak banjir bandang di Tanah Datar.Ist

PADANG – Pasca musibah banjir bandang yang melanda 3 daerah di Sumbar pada Sabtu malam (11/5) lalu. Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) melalui BPBD Sumbar terus melakukan koordinasi dengan BPBD daerah setempat guna memperoleh data dan informasi terkait jumlah korban dan luas wilayah yang terdampak.

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah menyampaikan berdasarkan laporan sementara yang dihimpun oleh BPBD Sumbar per Pukul 14.00 WIB. Jumlah
korban meninggal dunia sebanyak 34 orang, dengan rincian 16 orang di Kabupaten Agam dan 18 orang lainnya di Kabupaten Tanah Datar.

“Selain itu, kami juga menerima laporan ada sebanyak 5 orang masyarakat yang hingga siang ini, statusnya hilang. Sementara untuk korban luka-luka berjumlah sebanyak 16 orang, sekali lagi ini masih data sementara ya,” jelas Gubernur Mahyeldi di Padang, Minggu (12/5/2024).

BACA JUGA  BNPB-PVMBG Pantau Sedimen di Alur Lahar dan Hulu Sungai Kawasan Gunung Marapi

Mahyeldi juga mengatakan, berhubung saat ini proses evakuasi dan pencarian korban masih berlangsung di lapangan. Maka potensi pergerakan data ini masih sangat terbuka.

Lebih lanjut ia menuturkan, terkait luasan wilayah yang terdampak pada 3 daerah yang terkena bencana. Pihaknya mencatat, di Kabupaten Agam terdapat 4 kecamatan yang terdampak, di Kabupaten Tanah Datar ada 2 kecamatan yang terdampak. Sedangkan di Kota Padang Panjang ada 1 kecamatan yang terdampak.

Dikatakannya, hingga saat ini pihaknya bersama sejumlah pihak terkait di lintas instansi, masih terus melakukan koordinasi dan komunikasi. Baik terkait langkah penanganan dan pencarian korban maupun terkait upaya perlindungan terhadap para pengungsi dan kelompok usia rentan.

“Kita bersama sejumlah pihak terkait telah mendirikan posko di daerah terdampak, posko utama berada di daerah Bukit Batabuah Kabupaten Agam, posko lainnnya juga ada di Tanah Datar. Selain itu, kita juga telah instruksikan Dinas Sosial untuk segera mendirikan dapur umum guna pemenuhan kebutuhan logistik warga di titik pengungsian,” ungkap Gubernur Mahyeldi.

BACA JUGA  Seorang Pegawai Positif Covid-19, Baznas Padang Tutup Pelayanan Tiga Hari 

Sementara terkait berapa total jumlah kerugian, Gubernur Mahyeldi belum bisa memastikan karena saat ini jajarannya masih fokus terhadap pencarian dan evakuasi korban.

Comment