EkonomiSumatera Barat

Gubernur Ingatkan Cuaca Ekstrem Potensi Pengaruhi Inflasi

169
×

Gubernur Ingatkan Cuaca Ekstrem Potensi Pengaruhi Inflasi

Sebarkan artikel ini
Gubernur Sumbar, Mahyeldi berikan penjelasan dampak cuaca ekstrem pada inflasi di Sumbar.Ist

PADANG – Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah, mengingatkan cuaca ekstrem diprediksi masih akan terjadi, dan bisa berdampak pada perlambatan pendistribusian bahan kebutuhan pangan dan kejadian gagal panen, berujung pada inflasi.

“Pemprov Sumbar terus memperkuat sinergi kebijakan dengan pemerintah pusat untuk memastikan inflasi 2024 dalam sasaran 2,5 plus minus satu persen. Saat ini, masih cukup tinggi di kisaran 3,9 persen (yoy), yang dipengaruhi oleh banyaknya bencana alam di Sumbar karena cuaca ekstrem,” ujar Mahyeldi.

Hal itu disampaikannya, dalam agenda Silaturrahim Idulfithri 1445 H, Rabu (17/4/2024) di Kantor Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sumbar.

Disebutkannya, dua komoditas pokok langganan penyumbang inflasi di Sumbar ialah beras dan cabai merah. Sejauh ini, Gubernur juga mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah membantu penanggulangannya melalui operasi pasar dan bazar murah.

BACA JUGA  Hebat..!Sumbar Raih Dua Penghargaan Dari Kementerian Kominfo RI

“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Forkopimda, Bupati/Wali Kota, UPT dan Balai-Balai serta Kementerian yang telah bekerja sama, bahu-membahu dalam upaya menjaga kestabilan, kententraman, kenyamanan serta menjaga kestabilan, ketersediaan pangan serta pengendalian harga pangan di Sumbar,” ujarnya lagi.

Namun demikian, hal yang tetap perlu diwaspadai ialah potensi cuaca ekstrem di Sumbar, yang sering menyebabkan kejadian bencana seperti longsor dan banjir. Kejadian-kejadian itu kemudian kerap menyebabkan gagal panen, kerusakan jalan, dan turut menghambat arus distribusi bahan pangan.

“Oleh karana itu, kita berharap semua pihak bisa saling meningkatkan koordinasi dalam penanganan dan antisipasi terhadap suplai dan distribusi bahan pangan tetap terjaga,” tutupnya.

BACA JUGA  Pasca Gempa Pasaman Barat Warga Ngarai Maaram Galang Bantuan

Kepala BI Sumbar, Endang Kurnia Saputra mengatakan, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) sejauh ini terus bekerja keras untuk mengendalikan inflasi tahunan di Ranah Minang.

“Kami telah memprediksi pada Maret 2024 inflasi akan meningkat karena faktor erupsi Gunung Marapi serta faktor meningkatkan kebutuhan selama Ramadhan dan Lebaran,” ucapnya.

Comment