Politik

Jelang Pileg, Siti Izati Aziz Bersama Seribuan Warga Ziarah Makam Syeh Tuanku Marajo

640
×

Jelang Pileg, Siti Izati Aziz Bersama Seribuan Warga Ziarah Makam Syeh Tuanku Marajo

Sebarkan artikel ini

PARIAMAN — Jelang Pemilu Legislatif (Pileg) 14 Februari 2024 mendatang, Anggota DPRD Sumbar, Siti Izati Aziz bersama seribuan warga berziarah ke Makam Syeh Tuanku Marajo Surau Cubadak Nagari Sungai Asam, Kabupaten Padangpariaman, Selasa (16/1/2024).

Syekh Tuanku Marajo merupakan ulama Tarekat Syattariyah Nagari Sungai Asam dan menjadikan Surau Asam sebagai tempat pendidikan sekaligus pusat Tarekat Syattariyah di kenagarian tersebut.

Siti Izati Aziz, yang juga Caleg DPRD Sumbar nomor urut 1 dari Partai Golkar untuk Dapil II Sumbar (Padang Pariaman dan Kota Pariaman) ini mengatakan peran Surau Cubadak dalam kehidupan masyarakat masih bertahan sampai saat ini karena telah menjadi budaya dalam keseharian masyarakat.

“Keberadaan Surau Cubadak mesti dipertahankan, karena dengan surau warisan dari aliran Tarekat Syattariyah bisa dipertahankan,” ujar Siti Izzati Aziz, anggota fraksi DPRD Sumbar itu menjawab pertanyaan wartawan media ini, Selasa (16/1/2024).

Ziarah ini dilakukan untuk mendoakan beliau yang telah berjasa membangun Tarekat Syattariyah. Kegiatan ziarah kepada tokoh Syekh Tuanku Marajo dilakukan lakukan setiap tahunnya dan tahun ini bertepatan dengan menjelang Pileg 14 Februari 2024.

Baca Juga:  Ramlan sebut, Cabut Perwako itu Sulit, Erman: Membuatnya Bisa Mencabutnya Juga Bisa

“Ziarah makam juga salah satu wujud untuk menghargai para ulama Tarekat Syattariyah agar tidak lupa dengan sejarah,” terangnya.

Ia menambahkan, setelah Syekh Tuanku Marajo wafat, Surau Cibadak sebagai pusat Tarekat Syattariyah dilanjutkan oleh anaknya, Buya Musyawir Tuanku Kuniang. Surau Cubadak tetap eksis di tengah masyarakat Nagari Sungai Asam karena kedekatannya dengan masyarakat, surau telah menjadi tempat mengadu dan bertanya, yang tidak hanya terbatas kepada masalah keagamaan, akan tetapi juga mengenai masalah sosial kemasyarakatan, keluarga dan kesehatan.

“Surau Cubadak juga telah memainkan peranan penting sebagai pendidik generasi muda masyarakat nagari Sungai Asam dengan caranya yang khas. Karena selain mendapatkan pendidikan sekolah umum, pemuda di nagari Sungai Asam juga mendapatkan pendidikan surau. Sistem pendidikan Surau Cubadak masih bersifat tradisional dengan metode sistem pendidikan kaji baonggok (halaqah), yang tidak pernah berubah sejak surau ini berdiri walaupun banyak tantangan perubahan.

Baca Juga:  Petugas KPPS Banyak Meninggal, Gebu Minang Sumbar Minta KPU RI Bertanggungjawab

Lebih lanjut, Siti Izati Aziz menjelaskan ciri khas pendidikan Surau Cubadak Nagari Sungai Asam adalah dimana dalam mendalami pelajaran-pelajaran kitab kuning yang merupakan syarat utama bagi santri untuk menjadi seorang tuanku (ulama).

“Hubungan alumni dengan Surau Cubadak selalu terjaga dengan terus diadakannya acara pengajian tuanku yang rutin diadakan sekali sebulan dan pertemuan alumni yang diadakan sekali setahun setiap 1 Muharram. Ketika seorang alumni sudah menyelesaikan pendidikan dan sudah mendapatkan gelar, seorang tuanku akan tetap memposisikan dirinya sebagai seorang murid, sehingga eksitensi Surau Cubadak sebagai pusat tarekat Syatariah di Nagari Sungai Asam masih tetap terjaga,” paparnya.

Ziarah tahunan ke makam Syekh Tuanku Marajo di Surau Cubadak itu juga dirangkai pengajian bersama Buya Tuangku Kuniang Surau.(drd)