Sumatera Barat

Gubernur Mahyeldi Belajar Pengentasan Kemiskinan ke India, Ternyata Sumbar Lebih Baik

414
×

Gubernur Mahyeldi Belajar Pengentasan Kemiskinan ke India, Ternyata Sumbar Lebih Baik

Sebarkan artikel ini
Gubernur Mahyeldi saat bersama masyarakat Bihar, negara Bagian India dalam kunjungannya selama 6 hari.Ist

PADANG – Gubernur Mahyeldi, belajar pengentasan kemiskinan ke India. Kunjungan itu tindak lanjut kerja sama atau Letter of Inten (LoI) Pemprov Sumbar dengan BRAC International.

Mahyeldi didampingi Kepala Bappeda Sumbar Medi Iswandi dan Kepala Dinas Kesehatan Lila Yanwar. Mereka disebut diberangkatkan oleh Bangladesh Rural Advancement Committee (BRAC) International.

Disampaikannya, BRAC International adalah organisasi pembangunan internasional yang berdiri pada 1972 yang fokus program pada penanganan kesenjangan dan kemiskinan.

Dalam rangka kerja sama penanganan kemiskinan ekstrem di Indonesia, BRAC International mengajak Pemerintah Indonesia untuk melihat langsung pelaksanaan program penanganan kemiskinan ekstrem di India.

Turut serta dalam rombongan BRAC ini, Bappenas RI, Kementerian Dalam Negeri, Pemprov Jawa Barat, Nusa Tengga Barat, Yogyakarta dan Sumbar.

Rombongan disabut Duta Besar Indonesia untuk India, Ina Hagniningtyas Krisnamurthi. Juga Wakil Duta Besar Masni Mirza.

Saling tukar informasi terkait upaya penanganan kemiskinan. Dubes RI untuk India mengatakan, India saat ini sangat maju di bidang teknologi informasi dan teknologi kesehatan. Terbukti, di negara-negara besar di Amerika, Eropa, dan Australia, sangat banyak tenaga kerja terdidik dari India di kedua sektor tersebut.

“Oleh karena itu, Pemprov Sumbar juga ingin menjalin kerja sama di bidang kesehatan dan teknologi informasi ini dengan India,”katanya kemarin di Padang.

Baca Juga:  12 Kali Berturut-turut, Pemprov Sumbar Kembali Terima Opini WTP

Pertemuan itu sekaligus menjembatani kerja sama antar universitas di Sumbar dengan universitas-universitas unggul di India.

Mahyeldi meminta Kepala Dinas Kesehatan untuk segera menyiapkan langkah-langkah agar terjalin kerjasama antara Rumah Sakit Pemprov Sunbar dengan beberapa Rumah Sakit terbaik di India.

Ada pun terkait kunjungan untuk melihat program penanganan kemiskinan ekstrem di India, Kepala Bappeda Sumbar, Medi Iswandi, juga menjelaskan setelah pertemuan dengan Duta Besar RI di India, Gubernur Mahyeldi beserta rombongan lainnya dibawa oleh pihak BRAC International ke Provinsi Bihar, dengan jarak tempuh penerbangan sekitar dua jam dari New Delhi.

Bihar ini terletak di India Timur dan merupakan negara bagian terbesar ketiga di negara ini, di mana berdasarkan populasi itu mencapai 130 juta jiwa. Atau hampir setengah dari penduduk Indonesia.

Pada tahun 2006 lalu, daerah ini terkenal sebagai daerah paling miskin dan tertinggal secara ekonomi, tetapi setelah dibantu oleh Bank Dunia dengan berbagai macam program pemberdayaan masyarakat, saat ini Bihar mulai pulih dari status kemiskinan ekstrem.

Di Bihar, Mahyeldi beserta rombongan dan BRAC International difasilitasi oleh Kementerian Pembangunan Desa setempat. Bertemu dan berdiskusi langsung dengan masyarakat penerima program selama dua hari.

Baca Juga:  Sebanyak 65 SMA/SMK di Sumbar Punya Kepala Sekolah Baru

Dalam diskusi yang berlangsung tidak formal tersebut, Mahyeldi terus menggali berbagai keunggulan dalam program pengentasan kemiskinan di Bihar.

“Pada dasarnya, program penanganan kemiskinan di Indonesia dan India itu hampir mirip, tetapi Bihar lebih unggul karena ada pendampingan bagi masyarakat miskin, yang betul-betul fokus dalam menjadikan ibu rumah tangga sebagai target sasaran program,” kata Medi.

Medi menerangkan, program pendampingan masyarakat di Bihar berjalan secara terstrukur dengan melibatkan unsur mahasiswa. Setiap pendamping mendampingi 30 sampai 35 penerima program, yang wajib dikunjungi setiap minggu untuk memberikan arahan dan pelatihan usaha produktif untuk meningkatkan perekonomian penerima program.

Selain itu, penerima program wajib memiliki buku berisi catatan pendampingan. Bahkan, juga memiliki buku tabungan harian. Monitoring dilakukan secara terstruktur dan berjenjang.

Berbasiskan pada aplikasi teknologi informasi, sehingga penerima program benar-benar dipastikan menjalankan program dengan baik.

“Dalam Forum Group Discussion yang di hadiri Menteri Pembangunan Desa negara bagian Bihar, Mahyeldi juga memberikan masukan kepada pemerintah setempat dalam hal pengurangan wilayah kantong kemiskinan, terutama sekali dalam hal pembangunan infrastruktur dan sanitasi lingkungan, dimana Sumbar jauh lebih baik. Selain itu, Gubernur juga mengundang Pemerintah Negara Bagian Bihar untuk datang ke Sumbar,” kata Medi.(Bdr)