Pendidikan

100 Tahun Pesantren Thawalib, Lahirkan Banyak Intelektual di Sumbar

385
×

100 Tahun Pesantren Thawalib, Lahirkan Banyak Intelektual di Sumbar

Sebarkan artikel ini
Gubernur Mahyeldi saat menghadiri Milad 1 Abad Ponpes Thawalib Tanjung Limau di Nagari Simabur, Kecamatan Pariangan, Kabupaten Tanah Datar. Rabu (26/7/2023).Ist

PADANG – Gubernur Mahyeldi saat menghadiri Milad 1 Abad Ponpes Thawalib Tanjung Limau di Nagari Simabur, Kecamatan Pariangan, Kabupaten Tanah Datar. Rabu (26/7/2023).Ist.

Gubernur Mahyeldi menyebut 100 tahun Pondok Pesantren (Ponpes) Thawalib Tanjung Limau, Tanah Datar sudah melahirkan banyak tokoh intelektual. Thawalib tidak hanya berkontribusi untuk Sumatera Barat dari sektor pendidikan, tapi juga agama.

Dikatakannya, 100 tahun yang lalu, pembangunan pendirian Thawalib ini berasal dari sumbangan masyarakat Tanjung Limau dan sekitarnya. Bentuknya beragam, ada materil, non materil, maupun tenaga.

“Itulah bukti kecintaan masyarakat akan pendidikan dan agama di Sumbar,” ungkap Mahyeldi saat menghadiri Milad Peringatan 1 Abad Ponpes Thawalib Tanjung Limau di Nagari Simabur, Kecamatan Pariangan, Kabupaten Tanah Datar. Rabu (26/7/2023).

BACA JUGA  Satupena Sumbar Serahkan Rekomendasi 7 Resolusi IMLF ke Wagub Sumbar

Dalam kurun waktu 100 tahun ini, banyak kontribusi yang telah diberikan Thawalib Tanjung Limau untuk Sumbar. Tidak hanya di sektor pendidikan tapi juga agama.

Mahyeldi menjelaskan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per tahun 2021 lalu, total jumlah pesantren di Sumbar ada sebanyak 330 pesantren, 24 diantaranya berada di Kab. Tanah Datar.

Jumlah itu meningkat, dibandingkan tahun 2020 yang hanya berjumlah 214 pesantren di Sumbar.

Bupati Tanah Datar, Eka Putra menyampaikan ini adalah momentum bagi seluruh pihak untuk merumuskan langkah pengembangan Ponpes kedepan.

“Melalui momentum milad ini, mari kita manfaatkan sebaik-baiknya untuk kemajuan Ponpes kedepan,” ujar Bupati.

Selanjutnya, Pimpinan Pondok Pesantren Thawalib Tanjung Limau Yonnedi menyampaikan Pondok Pesantren tersebut telah berdiri semenjak tahun 1923 dan tahun ini tepat berusia 100 tahun (satu abad).

BACA JUGA  Sektor Pendidikan di Siberut Mentawai Minim Jaringan Internet

Yonnedi menerangkan, saat ini siswa/santri Ponpes Thawalib Tanjung Limau berjumlah sebanyak 380 orang, yang mondok sebanyak 150 orang terdiri dari MTsS dan MDA.

“Alhamdulillah dari tahun 2014 sudah mandiri dan proses belajar mengajar menggunakan kurikulum merdeka,” terangnya.

Ia menjelaskan santri yang menimba ilmu di Ponpes Thawalib Tanjung Limau, selain berasal dari Tanah Datar juga ada yang berasal dari Pasaman Barat, Mentawai, Dharmasraya dan Solok.(Bdr)

Comment