PADANG – Ratusan wartawan di Sumbar menggela aksi demonstrasi di Sumbar, Rabu (10/5/2023). Aksi tersebut dilanjutkan dengan buat laporan ke Mapolda Sumbar.
Aksi itu juga buntut dari adanya upaya menghalang-halangi tugas wartawan saat liputan pelantikan Wakil Walikota Padang di Auditorium Gubernuran Sumbar yang berlangsung pada Selasa (9/5/2023).
Ternyata demo wartawan tersebut bukan pertama kali di Sumbar. Namun, untuk mendemo Kantor Gubernur Sumbar baru pertama kalinya.
1. Tahun 2005
Demo wartawan dengan jumlah besar tercatat pada tahun 2005. Ratusan wartawan dari berbagai media di Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), melakukan aksi demonstrasi ke markas Korem 032 Wirabraja Padang, Jalan Sudirman, Senin (17/10/2005).
Aksi wartawan yang tergabung dalam Forum Wartawan Sumatera Barat Anti Premanisme tersebut merupakan reaksi atas penganiayaan yang dialami dua wartawan Harian Posmetro Padang, Jumat (14/10/2005) lalu.
Dalam orasi yang dilakukan secara bergantian, para wartawan berkali-kali menyebutkan bahwa tindak kekerasan yang dialami dua wartawan Posmetro Padang, Ermansyah dan Dasman Boy, jelas-jelas telah melecehkan fungsi pers dan menodai profesi wartawan.
Mereka menuntut agar oknum anggota TNI Sertu Usman yang memicu terjadinya pemukulan tersebut diproses sesuai dengan hukum yang berlaku.Selain berorasi dan membentangkan sejumlah poster, para wartawan juga menyampaikan pernyataan sikap yang isinya antara lain meminta pimpinan TNI untuk menindak tegas anggotanya yang menjadi beking atau terlibat dalam bisnis ilegal.
Menuntut Danrem untuk meminta maaf secara terbuka atas prilaku anggotanya yang tidak lagi bisa dikontrol, dan menuntut Pangdam Bukit Barisan untuk mencopot Danrem 032 Wirabraja jika tidak sanggup menindak anggotanya yang sudah mencoreng nama kesatuannya.
Demonstrasi tersebut merupakan aksi gabungan wartawan dari seluruh media cetak dan elektronik di Kota Padang yang tergabung di berbagai organisasi kewartawanan, seperti Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Barat, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Padang, Persatuan Jurnalis Indonesia (PJI) dan lainnya.
2. Tahun 2016
Dengan adanya teror dan ancaman akan dibunuh kepada sejumlah wartawan di Padang Pajang Sumetera Barat, melalui SMS, Senin (18/07/2016) pagi Aliansi seluruh Organisasi Wartawan yang ada di Sumatera Barat pukul 10.00 WIB akan melakukan aksi unjuk rasa ke Mapolda Sumbar.
Hal itu tercetus di saat seluruh elemen wartawan baik cetak, elektronik, maupun online berkumpul pada Minggu (17/08/2015) malam di kantor PWI Sumbar.
Dalam pertemuan tersebut, seluruh organisasi Wartawan yang ada di Sumbar sepakat akan melakukan aksi unjuk rasa ke Mapolda Sumbar untuk minta agar aparat kepolisian mengusut tuntas kasus pengancaman yang dilakukan oleh “orang dekat Walikota Padang Panjang” kepada para wartawan yang bertugas menjalankan fungsinya sebagai salah satu mitra kerja dalam kontrol sosial.
Seperti yang dikatakan oleh Khairul Jasmi pimred Harian Singgalang, bahwa Wartawan sepanjang menjalankan tugas jurnalistiknya yang sesuai dengan kode etik maka yang bersangkutan dilindungi oleh Undang- Undang Pokok Pers No 40 Tahun 1999.
3. 2018
Ratusan wartawan media cetak, maupun elektronik di Sumatera Barat melakukan aksi damai di Mapolda Sumbar, Senin (5/3).
Aksi damai ini dimulai dari Gor Agus Salim, sepanjang jalan menuju Mapolda Sumbar massa aksi menyanyikan yel, yel.
Massa juga membawa keranda jenasah sebagai simbol matinya UU Pers dalam proses hukum.
4. 2023
Terakhir demo aksi yang digelar ratusan jurnalis di depan Kantor Gubernur Sumbar. Aksi kali ini berlanjut hingga laporan polisi ke Mapolda Sumbar.(*)







