PADANG – Padang menjadi satu satunya kota di pulau Sumatera sebagai tempat pengadaan workshop literasi digital yang diadakan oleh Jaringan Pegiat Literasi Digital (JAPELIDI).
Workshop ini dilaksanakan dalam rangka memberikan pemahaman mengenai literasi digital kepada anak muda dalam tahun-tahun politik. Hal ini bertujuan agar anak muda dapat memperoleh informasi yang valid di tengah banyaknya pesan hoax yang tersebar menjelang pemilu.
Ni Made Ras Amanda, fasilitator kegiatan menyebutkan “Kegiatan ini menjadi unik karena satu satunya kota di Sumatera Barat adalah Padang. Tentu saja dengan karakteristik yang luar biasa yaitu budaya di Padang dimana orang suka berdiskusi. Kami percaya bibit-bibit di kota Padang luar biasa yang dapat memberikan dampak positif dan lebih banyak bersuara di media-media maya.”
Workshop yang bertema Building Youth Resilience and Participation in Digital Literacy During the Political Year ini dilaksanakan di Pustaka Lantai 5 Universitas Andalas, Padang, Sumatera Barat. Kegiatan dihadiri lebih dari 160 mahasiswa dari Universitas Andalas, Uin Imam Bonjol Padang dan Universitas Dharma Andalas, Senin (8/5/2023).
Peserta workshop diajak untuk memahami 5 topik utama yaitu bagaimana cara mencari informasi yang valid, melaporkan konten negatif, media seperti apa yang harus dipercayai, cara menanggapi informasi yang salah dan cara membuat konten kreatif menggunakan smartphone.
Pembicara yang hadir pada kegiatan ini yaitu Rita Gani (Unisba), Vitania Yulia (Unand), Revi Marta (Unand), Lisa Adhrianti (Unib) dan Ni Made Ras Amanda (Unud).
Kegiatan ini diawali dengan kata sambutan oleh Ni Made Ras Amanda yang berharap agar antusias mahasiswa ini dapat meningkatkan kompetensi dan kepedulian anak muda menjelang pemilu.
“kita berharap Anak muda dapat memberi warna-warna baru di tahun politik.” Ujarnya.
Output yang dihasilkan pada kegiatan ini yaitu pembuatan konten kreatif oleh para peserta yang memberikan edukasi mengenai penyebaran informasi di media.
Peserta memberikan kesan yang baik terhadap kegiatan workshop ini. kegiatan ini meningkatkan kreatifitas peserta dan meningkatkan intelektual tentang penyebaran informasi terlebih ditahun-tahun politik. Para peserta berharap agar workshop ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan.
Ni Made Ras Amanda mendapatkan kesan yang positif dari para peserta “Harapannya ilmu para peserta tidak hanya sampai disini, diharapkan anak muda menjadi lebih aware, lebih tahu dan dapat berpartisipasi untuk memberikan nuansa positif menjelang pemilu. Anak muda dapat memberikan warna-warna lain yang menyejukkan dan juga akhirnya masyarakat tidak terhanyut pada polarisasi.” katanya.(rel/Bdr)







