PADANG – Hujan deras yang mengguyur Kota Padang sejak tiga hari terakhirnya menyebabkan sejumlah wilayah terendam banjir. Terutama daerah-daerah langgan banjir.
Berbeda dari sebelumnya, kawasan SMP 27 Kota Padang terlihat tidak banjir lagi. Hujan dari Sabtu (6/5/2023) siang hingga Minggu (7/5/2023) siang, di kawasan Air Paku, Kelurahan Sungai Sapih Kota Padang tidak banjir lagi.
“Alhamduillah sekarang sudah tidak bajir lagi. Sejak pengerukan, kalau air tinggi, sekarang menjadi lebih cepat surut,”sebut Yeni, 47 Warga Air Paku, Kelurahan Sungai Sapih, Kota Padang.
Dikatakannya, dengan kondisi hujan deras satu hari satu malam tersebut biasanya daerah Air Paku tersebut sudah direndam banjir. Terutama gedung SMP N 27 Padang.
“Biasanya, kalau sudah hujan begini, siswa langsung diliburkan. Karena terganggu oleh banjir,”sebutnya.
Dengan kondisi itu, Yeni bersyukur sungai Kasik, Air Paku sudah dikeruk. Sebagian dibersihkan, sehingga air mengalir dengan lancar.
Sebelumnya, mengatasi banjir yang menahun di Air Paku, Anggota DPRD Sumbar Evi Yandri Rajo Budiman meminta Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Sumbar untuk melakukan pengerukan.
Hasilnya, pengerukan dilakukan pada awal 2023. Sejumlah aliran sungai yang menyempit diperlebar. Begitu juga dengan tingginya sedimen kemudian dikeruk menggunakan alat berat.
“Semoga pengerukan itu dapat mengatasi masalah banjir di kawasan Air Paku dan Air Pacah. Karena selama ini menjadi masalah bagi warga,”sebut Anggota DPRD Sumbar dari Gerindra tersebut dihubungi.
Dikatakannya, dirinya terus berupaya memperjuangkan program dan kegiatan pembangunan untuk Kota Padang melalui APBD Sumbar.
Diketahui, kawasan Air Paku dan Air Pacah selalu menjadi langganan banjir ketika hujan deras. Terutama hujan telah melebihi dari satu hari.(Bdr)







