Pendidikan

Film Buya Hamka Diputar di XXI Transmart Padang, Gubernur Mahyeldi: Dakwah Juga Perlu Romantika

1021
×

Film Buya Hamka Diputar di XXI Transmart Padang, Gubernur Mahyeldi: Dakwah Juga Perlu Romantika

Sebarkan artikel ini

PADANG – Masih dalam suasana lebaran, Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah menikmatinya dengan menonton pemutaran perdana film Buya Hamka di XXI Transmart Padang, Rabu, (26/4).

Mahyeldi hadir di Studio 2 XXI bersama Istri, Harneli Bahar dan anak-anaknya. Selain Mahyeldi juga hadir Wakil Gubernur (Wagub) Audy Joinaldy bersama Istri Fitria Amalia Umar, Kepala OPD Pemprov Sumbar bersama keluarga masing-masing.

Film Buya Hamka disutradarai oleh Fajar Bustomi. Film ini dibintangi sejumlah aktor dan aktris ternama. Yakni, Vino G Bastian sebagai Buya Hamka, Laudya Cynthia Bella ini sebagai Siti Raham, Mawar de Jongh sebagai Kulsum.

Juga ada nama Mellya Baskarani sebagai Aminah, Yoriko Angeline sebagai Ola, Novita Hardini sebagai Fatimah, Anjasmara sebagai Ir. Soekarno dan banyak lagi yang lainnya.

Film Buya Hamka ini merupakan film biografi yang menceritakan tentang kisah hidup Buya Hamka, sosok ulama kelahiran Sumbar.

Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah mengatakan film Buya Hamka ini hiburan yang mendidik. Banyak hal yang bisa diambil pelajaran dari sosok Buya Hamka. Seperti nilai-nilai religius yang ada dalam dirinya, nasionalismenya dan pengorbanannya.

Baca Juga:  Gubernur Sumatera Barat Dorong Peningkatan Kualitas Lulusan SMK

“Dalam diri Buya Hamka menyatu antara spritual, nasionalisme dan pengorbanan. Dengan menonton film ini, semua yang dialami dalam diri Buya Hamka diketahui banyak orang. Buya Hamka menghadapi tantangan dan cemooh yang luar biasa. Begitulah sesuatu yang dialami seorang tokoh dan pemimpin,” ungkap Mahyeldi.

Pengorbanan Buya Hamka cukup banyak untuk Bangsa dan Negara Indonesia serta umat. Buya Hamka mengorbankan dirinya agar ulama di Indonesia tetap berdakwah, meski bangsa dan negara dijajah oleh Belanda dan Jepang waktu itu.

Mahyeldi juga menambahkan, melalui film ini juga bisa diikuti bagaimana nilai-nilai romantisme yang dibangun Buya Hamka dalam rumah tangganya.

“Karena Buya Hamka seorang sastrawan dan seniman, sehingga dalam rumah tangga terbangun romantisme hubungan suami dan istri. Ini bisa jadi cerminan bagi keluarga sekarang ini untuk membangun komunikasi antara suami dan istri. Buya Hamka merawat nilai-nilai semangat dan keutuhan rumah tangga,” ungkapnya.

Baca Juga:  Langkah Cepat Vasko Ruseimy: Ajukan Sekolah Garuda Langsung ke Mendikti Saintek

Dengan pesan-pesan yang disampaikan Buya Hamka dalam film ini, Mahyeldi mengajak Kepala OPD dan sekolah-sekolah agar menonton film ini. Karena film ini untuk semua umur dan sudah melalui pengawasan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Mahyeldi juga meminta sekolah-sekolah agar memprogramkan untuk penanaman nilai-nilai para tokoh dan pahlawan Sumbar kepada generasi muda. “Buya Hamka ini tokoh dari Sumbar. Harus banyak pelajaran di sekolah sekolah yang mengulas nilai-nilai perjuangan tokoh-tokoh Sumbar,” harapnya.

Mahyeldi juga mengajak masyarakat Sumbar, baik yang di kampung halaman dan perantauan agar juga bisa menyaksikan film ini. Karena film ini juga memperlihatkan bagaimana peran masyarakat Minangkabau dalam memperjuangkan kemerdekaan RI dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).(Bdr)