Pendidikan

Hari Kedua ANBK MTsN 1 Padang, Literasi Siswa Makin Terasah

424
×

Hari Kedua ANBK MTsN 1 Padang, Literasi Siswa Makin Terasah

Sebarkan artikel ini

PADANG – Hari kedua pelaksanaan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) MTsN 1 Padang mengasah kemampuan Literasi dan makin terbiasa dengan IT. Hal itu terlihat dari semangat dan raut wajah peserta ANBK yang sudah dua hari berjuang melatih kesabaran, ketelitian, kejujuran dan kecerdasan.

Pelaksanaan ANBK yang dibagi menjadi tiga Sesi itu telah berjalan dengan baik, lancar, aman, dan sukses serta tidak mengalami kendala yang berarti. ANBK membuat kemampuan lIterasi siswa jadi meningkat terkadang seakan-akan mereka terbuai dengan redaksi soal HOTS.

“ANBK menumbuhkan minat baca dan rasa ingin tau siswa terhadap sesuatu yang belum diketahui menggunakan konsep, prosedur dan fakta,”  ujar .Kepala MTsN 1 Padang Isrizal, Selasa (20/9/2022)

Baca Juga:  Tingkatkan Kapasitas, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN IB Bersama UTM Gelar Global Outreach Program

Isrizal mengatakan, NBK dapat mendorong madrasah berfokus pada perbaikan mutu pembelajaran melalui literasi membaca. Melalui sosok guru yang inovatif dalam urusan pengajaran maupun pembudayaan membaca.

Kedepan Isrizal berharap Guru harus senantiasa mengajak siswa menyelami sumber belajar dari berbagai buku referensi. Kemudian, siswa diajak belajar memperkaya kosakata dan menumbuhkan daya analisis menggunakan bacaan sesuai dengan tingkat kognitif dan kematangan.

Kebiasan semacam itu dimaksudkan agar siswa terbiasa mendiskusikan beragam buku dan beragam bentuk teks dengan tingkat kesulitan sesuai dengan kebutuhan. “Pada akhirnya, keterbiasaan dengan buku akan menumbuhkan cinta membaca, dan memudahkan untuk mengakses konten-konten kekinian,” ujar Isrizal.

Guru juga mengajari anak didik beragam teknik membaca. Di antaranya, teknik baca-pilih (selecting), baca-lompat (skipping), baca-layap (skimming), baca-tatap (scanning).

Baca Juga:  Ansor Sumbar: Kader jangan Benturkan ke-Islaman dengan ke-Indonesiaan

Dengan teknik baca yang tepat, efisiensi membaca akan lebih baik. Para siswa mampu dengan cepat menyimpulkan isi bacaan. Pun membaca sekian halaman buku tidak terasa melelahkan. Hal ini dapat membantu siswa agar tak bosan saat membaca meski bacaannya panjang.

Pembiasaan Literasi siswa akan menjadi modal untuk mengikuti ANBK dan AKMI. Kedua program evaluasi ini menjadi alat ukur kemampuan siswa, kemampuan guru, dan dan mutu satuan pendidikan ujar Isrizal mengakhiri.(drd)