Umum

Founder dan Chairman PT SE, Supramu Santosa, Terima Penghargaan Lifetime Achievement Award dari API-INAGA

468
×

Founder dan Chairman PT SE, Supramu Santosa, Terima Penghargaan Lifetime Achievement Award dari API-INAGA

Sebarkan artikel ini

SOLSEL — Pengembangan panas bumi (geothermal) merupakan usaha yang beresiko tinggi dan membutuhkan waktu penyelesaian yang sangat panjang.

Sebagai contoh adalah apa yang dikerjakan PT Supreme Energy di Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Muara Laboh di Kabupaten Solok Selatan Provinsi Sumatera Barat, dan PLTP Rantau Dedap di Sumatera Selatan yang sangat sulit dan beresiko tinggi, serta memerlukan waktu penyelesaian masing-masing 12 tahun dan 13 tahun, mulai dari survei 3G sampai dengan tercapainya operasi secara komersial.

Karena hasil explorasi yang tidak sesuai dengan yang diharapkan, kedua proyek tersebut hanya menghasilkan tenaga listrik kurang dari setengah dari yang direncanakan semula.

BACA JUGA  Bupati Bandung Tertarik Dengan Konsep Wako Bukittinggi

“Permasalahan utama yang menyebabkan lambatnya pengembangan panas bumi adalah adanya gap antara kelayakan keekonomian investasi dengan kebijakan Pemerintah yang menekankan pada harga energi yang ‘affordable’,”ujar Founder dan Chairman PT Supreme Energy, Supramu Santosa, saat menerima penghargaan Lifetime Achievement Award dari Asosiasi Panasbumi Indonesia – Indonesian Geothermal Association (API-INAGA) pada acara The 8th Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition 2022 di Jakarta, Rabu (14/9/2022).

Penghargaan tersebut diterima Supramu berkat sumbangsihnya dalam pengembangan industri panas bumi di Indonesia selama ini.

Supramu menyampaikan ucapan terima kasih atas penghargaan tersebut. Menurutnya, penghargaan ini merupakan apresiasi untuk para partner dan seluruh karyawan PT Supreme Energy yang sudah berjuang bersamanya dalam mengembangkan panas bumi di Indonesia, melalui segala tantangan berat dan panjang.

BACA JUGA  Wagub Sumbar Nasrul Abit  Sambangi Penderita Tumor Maxilla

Selanjutnya Supramu menyarankan agar API-INAGA bersama sama investor/pengembang dan Pemerintah, harus bekerja bersama mencari solusi atas permasalahan yang ada, yaitu mencari titik temu antara keekonomian investasi PLTP dan harga listrik yang lebih ‘affordable’.

Kontribusi PLTP jangan hanya dilihat sebagai sumber energi yang handal tapi harus dilihat secara utuh seperti kontribusi terhadap lingkungan dan pembangunan ekonomi daerah.

Comment