Umum

Kaper BKKBN Sumbar Hadiri Pengukuhan Tim Percepatan Penurunan Stunting Bukittinggi

224
×

Kaper BKKBN Sumbar Hadiri Pengukuhan Tim Percepatan Penurunan Stunting Bukittinggi

Sebarkan artikel ini

BUKITTINGGI – Pemko Bukittinggi bentuk Tim Percepatan Penurunan Stuntin (TPPS). Tim yang diketuai Wakil Wali Kota Bukittinggi. Personel TPPS dikukuhkan langsung Wali Kota Bukittinggi Erman Safar di Aula Balaikota, Rabu (3/8/22 ).

Kepala DP3APPKB Bukittinggi, Tati Yasmarni, menjelaskan, Tim Percepatan Penurunan Stuntin (TPPS) ini sesuai dengan arahan BKKBN Sumbar . Tim akan bekerja sesuai petunjuk yang ada.

“Saat ini angka stunting Kota Bukittinggi berada di posisi 19 persen. Sementara dalam RPJMD kita, ditargetkan angka stunting berada pada posisi 14 persen di tahun 2024. Untuk itu, tim yang terdiri dari banyak SKPD, memiliki tugas masing masing dengan tujuan yang sama, menurunkan angka stunting,” jelas Tati.

BACA JUGA  PNS di Lingkungan Lantamal II Terima Materi Penilaian Prestasi Kerja 

Kepala Perwakilan BKKBN  Sumbar, Fatmawati ST M Eng mengapresiasi Kota Bukittinggi yang telah mengukihkan TPPS. Dimana, Bukittinggi merupakan kota ke 8 di Sumbar, yang mengukuhkan TPPS.

“Kami apresiasi bentuk komitmen Wali kota dalam penurunan stunting ini. Angka stunting di Sumbar berada di posisi 23 persen. Bukittinggi sudah berada di bawah rata rata provinsi. Ini patut di apresiasi. Namun, tahun 2024, kita harus targetkan ada berada di angka 14 persen. Untuk itu, TPPS harus bekerja maksimal, khususnya untuk konvergensi percepatan penurunan stunting di Bukittinggi,” ujar Fatmawati .

Wakil Wali Kota Bukittinggi, Marfendi, selaku Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting, menjelaskan, tim akan segera mengkoordinasikan, mengefektifkan kerja, agar penurunan angka stunting itu tercapai. Semua SKPD terkait harus bekerja maksimal.

BACA JUGA  Jelang Akhir 2021, Nakes Lantamal II Terus Genjot Pelaksanaan Vaksinasi

“Kita rangkul semua, agar seluruh lini bergerak untuk memaksimalkan upaya penurunan angka stunting di Bukittinggi. Dengan upaya ini, kita telah menjadi bagian penting dalam menyelamatkan generasi muda penerus bangsa ini,” ungkap Marfendi.

Sementara itu, Wali Kota Bukittinggi, Erman Safar, menyampaikan, penurunan angka stunting ini, bertujuan untuk meningkatkan kualitas SDM serta meningkatkan kesehatan ibu dan anak. Stunting ini diakibatkan kurangnya gizi kronis pada bayi, sehingga sang anak mengalami kegagalan dalam mencapai tinggi badan yang normal dan berpengaruh pada kemampuan kognitifnya.

Comment