Umum

Paripurna Istimewa DPRD Pessel HJK ke-74, Ketua DPW PKPS Sumbar Harapkan Masyarakat Agar Kreatif Bangun Kampung Halaman

173
×

Paripurna Istimewa DPRD Pessel HJK ke-74, Ketua DPW PKPS Sumbar Harapkan Masyarakat Agar Kreatif Bangun Kampung Halaman

Sebarkan artikel ini

PESSEL –Ketua Umum DPW PKPS Sumbar H S Budi Syukur Dt Bandaro Jambak mengingatkan untuk meningkatkan pembangunan Pesisir Selatan khususnya untuk peningkatan ekonomi dan pendapatan asli daerah (PAD) dengan mengembangkan potensi kelautan dan perikanan dan sektor pariwisata.

Tokoh masyarakat Pessel, Budi Syukur mengatakan Ranah Pasisia yang terkenal dengan sebutan Negeri Sejuta Pesona memiliki potensi laut dan pariwisata. Dalam pengembangan jika dimaksimalkan diyakini akan menjadi andalan peningkatan ekonomi dan PAD.

“Dalam membangun kembali pariwisata Pessel pasca pandemi Covid-19 tidak terlepas dengan koordinasi yang kuat dengan Kementerian Pariwasata dan Ekonomi Kreativ. Kepala Daerah dan Dinas terkait mesti memiliki strategi khusus, mengingat Pemkab Pessel keterbatasan anggaran. Harapan masyarakat kolaborasi Pemkab Pessel diberbagai sektor pembangunan lebih ditingkatkan dengan Kementerian terkait ditingkat Pemerintah Pusat dan Dinas Provinsi untuk dukungan APBD Provinsi Sumbar, sehingga dukungan anggaran yang cukup mempercepat pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19 yang sudah melandai,” kata Ketua DPW PKPS Sumbar, Budi Syukur saat memberikan sambutan pada Rapat Paripurna Istimewa DPRD Pessel HJK Ke-74 di Gedung Painan Convention Centre, Kamis (14/4/2022).

BACA JUGA  Sudah Ikuti Pelatihan, Pejabat Eselon II Sumbar Harus jadi Leader Transformasi Digital

Budi Syukur merupakan tokoh masyarakat Pessel yang sukses dalam dunia usaha dan terpilih untuk memimpin DPW PKPS Pessel masa bakti 2021-2026, hadir dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRD Pessel HJK Ke-74, sesuai dengan undangan Bupati Pessel Nomor 100/428/BPT-PS/IV-2022.

Di dalam sambutanya, Budi Syukur yang bergelar adat Datuak Bandaro Jambak ini mengajak kalangan pemerintahan dan masyarakat Pessel untuk kreativ menghadapi pemulihan pembangunan ekonomi kedepan.

“Kreativ yang saya maksud adalah sikap dan perilaku yang menggunakan daya cipta diluar kebiasaan yang ada, menemukan hal-hal baru yang mempunyai nilai tambah. Di dalam ajaran adat diungkapkan pagi ari alah marangkak, mancari nan tak ado, pandangan jauah dilayangkan, pandangan dakek ditukiakan, batanam nan bapucuak, mamaliharo nan banyao, nan lunak ditanam padi, nan kareh dibuek ladang,” urai Budi Syukur Dt Bandaro Jambak yang juga Wakil Bendahara LKAAM Sumbar itu.

BACA JUGA  23 Mei Kepengurusan Kadin Sumbar Berakhir, Rencana Musprov Belum Jelas

Comment