Budaya

KAN Pauh IX Kuranji  Menggapai Asa Menjadi Terbaik di Sumbar

298
×

KAN Pauh IX Kuranji  Menggapai Asa Menjadi Terbaik di Sumbar

Sebarkan artikel ini
ADAT KEMATIAN--Pelaksanaan adat kematian di bawah payung Nagari Pauh IX Kuranji yang diperagakan di depan Tim Penilai KAN terbaik Sumbar.

PADANG,–Tim penilai KAN terbaik tingkat Sumbar 2019 dari Pemprov Sumbar turun menilai KAN Pauh IX Kuranji yang mewakili Kota Padang ke tingkat Sumbar, Senin (18/11/19). Tim penilai dari Pemprov Sumbar diketuai Dr Yulizal Yunus Dt Rajo Bagindo dari Tim Konsolidasi Adat UIN IB Padang.
“Kegiatan ini tak terlepas untuk melestarikan nilai-nilai adat yang ada di Nagari Pauh IX Kuranji Kota Padang,” ujar Camat Kuranji Dian Eka Buhari, kemarin.
Dikatakan Dian, Nagari Pauh IX selama ini terpilih manjadi yang terbaik tingkat Kota Padang, kini giliran mewakili Kota Padang ke tingkat Sumbar. Untuk itu KAN Pauh IX Kuranji mengusung tagline ” KAN Pauh IX Kuranji siap menjadi yang terbaik dari yang terbaik, guna mewujudkan nagari yang bersandikan syarak, syarak basandi kitabullah (ABS – SBK).
Ketua Majelis Pertimbangan Adat (MPA) KAN Pauh IX Kuranji Padang Irwan Basir Dt Rajo Alam SHMM mengatakan, Nagari Pauh IX sebelumnya merupakan sistem pemerintahan nagari karena masuk wilayah Kabupaten Pasnagpariaman. Sekarang, telah tergabung dalam administrasi Pemko Padang, namun nilai- nilai adat tetap lestari di Pauh IX Kuranji.
“Sejak, bergabung dengan administrasi Pemko Padang sejak tahun 1982 silam, Nagari Pauh IX menjadi Kecamatan Kuranji, akan tetapi nafas kehidupan adat dan banagari masih kental,” ujar Irwan.
Walaupun, Pauh IX tidak lagi dihuni masyarakat yang homogen, dan telah dohuni warga yang heterogen namun nilai-nilai adat dan tradisi tetap lestari ndak Lalang dek paneh ndak lapuk dek hujan. Semua, ini tidak terlepas dari kaum tuo (kaum adat) dengan kaum generasi muda (anak nagari) sehingga Nagari Pauh IX tetap menjunjung tinggi nilai-nilai adat dan kearifan lokal.
Semua itu juga tak telepas dari sinergitas antara ninik mamak, anak nagari dengan pemerintahan dan aparat penegak hukum serta instansi terkait lainnya. Di mana, ranah ninikmamak meruapakn wilayah adat dan pemerintahan selalu terja, seperti penyelesaian masalah yang seharus diselesaikan KAN diserahkan ke KAN.
Semua itu karena dari upaya pelestarian dari unsur ninik mamak, anak nagari, Bundo Kanduang dan unsur terkait lainnya saling bahu membahu. Semua ini agar anak nagari pada masa mendatang tidak kehilangan arah dan pedoman terutama dalam nilai nilai adat. Bahkan, di Pauh IX selain nafas kehidupan adat banagari masih kental, permainan tradisi anak nagari masih lestari. Bahkan, ditambah dengan berbagai macam olahraga juga digiatkan anak nagari di bawah komando Ketua FKAN Pauh IX Evi Yandri Rj Budiman.
Asisten I Setko Padang Edi Hasmi mengatakan, Pemko Padang tidak salah memilih KAN Pauh IX Kuranji mewakili Kota Padang ke tingkat Sumbar. “Kita mengetahui kalau KAN di tengah tengah masyarakat Minangkabau dalam menyelesaikan personalan kemasyarakatan dan nilai nilai di dalam nagari,” ujar Edi.
Ketua Tim Penilai KAN terbaik Sumbar Dr Yulizal Yunus Dt Rajo Bagindo mengatakan, penilaian ada empat aspek,, aspek kelembagaan KAN, pelaksnaan adat, kompetensi KAN dan keejasama antar lembaga. “Penilaian keempat aspek ini sangat penting dalam penentuan terbaik tidak dari penilaian KAN terbaik,” uajr Yulizal.
Sedangkan ekspos keberadaan KAN Pauh IX Kuranji diserahkan Syafril Khaidir Malin Bandaro. Pauh IX terdiri dari sembilan tapian,. Tapi bukan tapian tempat mandi, tetapi wilayah masing masing suku yang di Pauh IX. (rjk)

BACA JUGA  Semarakan Ramadhan, Wabup Pessel Hadiri Balimau Paga di Lapangan Sepakbola Padang Cupak

Comment