Sumatera Barat

Pariwisata Sumbar Bidik Pasar Nasional dan Internasional

13
×

Pariwisata Sumbar Bidik Pasar Nasional dan Internasional

Sebarkan artikel ini
Gubernur Mahyeldi membuka kegiatan AITTA Travel Mart West Sumatra 2026 di Hotel Truntum, Kota Padang, Selasa (27/10/2026).Ist

PADANG — Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah mendorong penguatan kolaborasi industri pariwisata untuk memperluas pasar, meningkatkan kunjungan wisatawan, dan menggerakkan ekonomi masyarakat. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui AITTA Travel Mart West Sumatra 2026 di Hotel Truntum, Kota Padang, Selasa (27/10/2026).

Mahyeldi menyambut baik penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurutnya, AITTA Travel Mart menjadi ruang strategis bagi pelaku industri perjalanan untuk membangun kemitraan, memperluas jaringan pemasaran, dan mengembangkan paket wisata Sumatera Barat yang lebih kompetitif. Pembukaan kegiatan ditandai dengan pemukulan gong oleh Mahyeldi bersama Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi dan Keuangan Reti Wafda serta Ketua DPP AITTA Johari Somad dan jajaran pengurus.

“Pariwisata merupakan salah satu sektor unggulan Sumatera Barat yang memiliki potensi besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Karena itu, kita perlu memperkuat promosi dan kolaborasi agar potensi yang kita miliki semakin banyak menarik wisatawan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Mahyeldi menjelaskan, aktivitas pariwisata menggerakkan perekonomian melalui belanja wisatawan untuk transportasi, akomodasi, kuliner, produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta kebutuhan perjalanan lainnya. Peningkatan kunjungan wisatawan diharapkan memperluas manfaat ekonomi, tidak hanya bagi pelaku usaha pariwisata, tetapi juga bagi masyarakat di sekitar destinasi.

Baca Juga:  Sikapi Situasi Kekinian Dankodaeral II Hadiri FGD Bersama Forkopimda Sumbar 

Menurutnya, Sumatera Barat memiliki beragam daya tarik wisata, mulai dari keindahan alam, kuliner, adat dan budaya, hingga wisata bahari. Kepulauan Mentawai menjadi salah satu destinasi yang menarik wisatawan mancanegara, termasuk dari Australia. Malaysia juga menjadi salah satu pasar penting bagi kunjungan wisatawan asing ke Sumatera Barat.

“Keberagaman budaya dan kekayaan alam yang kita miliki merupakan modal besar bagi pengembangan pariwisata. Potensi ini perlu dikemas menjadi produk wisata yang menarik, didukung promosi yang tepat, serta pelayanan yang baik agar wisatawan tertarik berkunjung dan kembali lagi ke Sumatera Barat,” katanya.

Untuk memperkuat daya tarik pariwisata, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menggagas sejumlah agenda pada 2027. Rencana tersebut mencakup menghidupkan kembali Tour de Singkarak, menyiapkan agenda terkait Indian Ocean Rim Association (IORA), serta mendukung kegiatan pariwisata di tingkat provinsi dan kabupaten/kota. Pemerintah menargetkan kalender kegiatan tersebut dapat diluncurkan pada akhir 2026 agar pelaku industri perjalanan memiliki acuan untuk menyusun dan memasarkan paket wisata lebih awal.

Mahyeldi berharap AITTA Travel Mart 2026 menghasilkan kerja sama bisnis konkret antara penjual dan pembeli paket wisata. Kegiatan ini juga diharapkan memperluas pemasaran destinasi Sumatera Barat di pasar nasional dan internasional. Ia mengajak pelaku usaha meningkatkan kualitas produk, memperkuat promosi wisata berbasis masyarakat, ekowisata, dan budaya. Pemerintah kabupaten dan kota juga diminta membenahi fasilitas destinasi serta meningkatkan kualitas pelayanan atau hospitality.

“Kami mengajak para buyer memperbanyak paket wisata ke Sumatera Barat dan para seller terus meningkatkan kualitas produk serta layanan. Dukungan pemerintah daerah dalam membenahi fasilitas dan memberikan kenyamanan bagi wisatawan juga sangat penting agar potensi pariwisata kita semakin berdaya saing,” tegasnya.

Baca Juga:  Dankodaeral ll Padang Hadiri Upacara Bendera Peringatan HUT Kemerdekaan RI ke 80 di Istana Gubernuran 

Sementara itu, Ketua DPP AITTA Johari Somad mengatakan pariwisata memberikan efek berganda bagi berbagai lapisan masyarakat. Peningkatan aktivitas wisata menggerakkan sektor transportasi, perhotelan, kuliner, UMKM, hingga petani yang memasok kebutuhan usaha akomodasi. Ia berharap AITTA Travel Mart memperkuat kemitraan antarpelaku industri sekaligus meningkatkan kunjungan wisatawan ke Sumatera Barat.

Ketua Panitia AITTA Travel Mart West Sumatra 2026 Risben Antoni mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, Bank Nagari, mitra akomodasi, pelaku kuliner, komunitas wisata, serta seluruh penjual dan pembeli yang berpartisipasi. Ia menegaskan, AITTA siap menjadi mitra strategis pemerintah untuk mempromosikan paket wisata Sumatera Barat, memperkuat konektivitas pariwisata ASEAN, dan mendorong pertumbuhan ekonomi pariwisata dari desa hingga kota. (Bdr)