PADANG — Ada pemandangan menarik di balik sengitnya persaingan Cabor Tenis Porprov Sumbar XVI di Lapangan Tenis Universitas Negeri Padang (UNP). Di tengah fokus atlet mengejar medali, ada sosok Jepri yang jeli membaca peluang. Ia memanfaatkan keramaian atlet, pelatih, dan ofisial untuk membuka lapak jasa pijat kebugaran.
Dengan bendera JEP Sport Massage, Jepri menawarkan solusi pemulihan. Mulai dari mengurangi stres dan kecemasan, meredakan nyeri otot dan pegal akibat aktivitas fisik, meningkatkan kualitas tidur, hingga melancarkan sirkulasi darah dan merileksasikan tubuh secara menyeluruh.
Layanan Full Body Massage seharga Rp 200 ribu ini pun diminati. Di salah satu ruangan venue, terlihat antrean atlet dan pelatih yang menunggu giliran.
“Badan terasa lebih enak, bugar kembali,” ujar salah seorang pengguna jasanya usai dipijat, mengaku tubuhnya lebih rileks dan siap kembali bertanding.
Potret Jepri ini menjadi bukti nyata multiplier effect dari sebuah multieven olahraga seperti Porprov. Porprov tidak hanya melahirkan juara dan memutar roda prestasi, tapi juga menggerakkan ekonomi kerakyatan. Mulai dari tukang ojek, warung makan di sekitar venue, penginapan, laundry, hingga jasa kebugaran seperti yang dilakukan Jepri, semua kecipratan berkah.
Dari satu lapangan tenis, rantai ekonomi itu bergerak. Inilah wajah Porprov yang sesungguhnya: pesta olahraga yang medali dan rezekinya dibagi rata untuk semua. (drd)






