Peristiwa

Kunjungan Menpar ke Bukittinggi, Mahyeldi Dorong Jam Gadang dan Sejarah PDRI Mendunia

5
×

Kunjungan Menpar ke Bukittinggi, Mahyeldi Dorong Jam Gadang dan Sejarah PDRI Mendunia

Sebarkan artikel ini
Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menegaskan posisi strategis Kota Bukittinggi dalam sejarah bangsa saat mendampingi kunjungan kerja Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, Rabu (29/4/2026). Ist

BUKITTINGGI – Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menegaskan posisi strategis Kota Bukittinggi dalam sejarah bangsa saat mendampingi kunjungan kerja Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, Rabu (29/4/2026).

Menurutnya, Bukittinggi tidak hanya dikenal sebagai kota wisata, tetapi juga menjadi salah satu pusat sejarah penting dalam perjalanan Republik Indonesia.

Ia menekankan peran Pemerintahan Darurat Republik Indonesia sebagai penyelamat keberlangsungan negara pada masa krisis.

“PDRI adalah penyambung nyawa Indonesia. Kalau tidak ada PDRI, tidak akan ada Indonesia,” katanya.

Mahyeldi menyebut jejak sejarah yang dimiliki Bukittinggi harus dijaga dan diperkuat sebagai identitas kota sekaligus destinasi wisata sejarah nasional.

“Ini harus diabadikan. Pemerintah Provinsi mendukung agar kawasan ini menjadi destinasi historis yang kuat,” katanya.

Ia menjelaskan, Bukittinggi memiliki rekam sejarah panjang, mulai dari era kolonial Belanda, pendudukan Jepang, ibu kota Sumatera Tengah, hingga pusat pemerintahan darurat republik.

Baca Juga:  Wako Ramlan Nurmatias Raih Penghargaan BAZNAS Award 2025 kategori Kepala Daerah Pendukung Gerakan Zakat Indonesia

Menurutnya, seluruh catatan sejarah tersebut perlu didokumentasikan secara serius untuk memperkuat posisi Bukittinggi sebagai Kota Perjuangan.

“Dokumen seluruh sejarah harus dicatat lebih baik agar mengokohkan Bukittinggi sebagai kota perjuangan,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Mahyeldi juga menyinggung peluang Jam Gadang untuk didorong menuju pengakuan internasional, termasuk UNESCO.

Namun, ia menegaskan pemerintah saat ini masih memprioritaskan pengusulan kawasan Geopark Silokek sebelum melangkah ke tahap berikutnya.

“Momentum 100 tahun Bukittinggi menjadi awal untuk menyiapkan dokumen. Setelah Silokek, dilanjutkan Bukittinggi dan Geopark Sianok-Maninjau,” katanya.

Sementara itu, Menteri Pariwisata Widiyanti mengaku terkesan dengan keindahan dan kekayaan sejarah Bukittinggi dalam kunjungan perdananya ke daerah tersebut.

“Luar biasa indahnya Bukittinggi. Kami datang untuk melihat langsung potensinya sebagai kandidat Wonderful Indonesia,” katanya.

Baca Juga:  Dua Kebocoran Pipa di Padang, Distribusi Air Bandar Buat dan Sungai Lareh Terganggu

Ia menegaskan Kementerian Pariwisata siap mendukung promosi destinasi unggulan daerah agar semakin dikenal di tingkat nasional maupun internasional.

Di sisi lain, Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, memaparkan sejarah panjang kota yang akan genap berusia 100 tahun pada 26 Juni 2026.

Menurutnya, keberadaan Jam Gadang menjadi ikon utama dengan keunikan tersendiri yang memperkuat daya tarik wisata kota.

Ia juga berharap dukungan tenaga profesional dan konsultan untuk memperkuat tata kelola sektor pariwisata ke depan.

Kunjungan kerja tersebut ditutup dengan penyerahan cenderamata dan sesi foto bersama antara Menteri Pariwisata, pemerintah daerah, dan unsur Forkopimda. (Bdr)