Kota Padang

Anggota DPR RI Zigo Rolanda Bakal Perjuangkan Bantuan Pemulihan IPA Perumda AM ke Kementrian

248
×

Anggota DPR RI Zigo Rolanda Bakal Perjuangkan Bantuan Pemulihan IPA Perumda AM ke Kementrian

Sebarkan artikel ini
Anggota DPR RI Zigo Roalnda cek intake Perumda AM Kota Padang yang rusak akibat banjir. Ist

PADANG – Anggota DPR RI, Zigo Rolanda meninjau dampak banjir terhadap Instalasi Pengolahan Air (IPA) Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumda AM) Kota Padang, Jumat (28/11/2025).

Zigo meminta Pemko Padang menghimpun kerusakan untuk diserahkan pada Kementerian Pekerjaan Umum guna mendapatkan bantuan penanganan lebih cepat.

Peninjauan progres perbaikan dua intake PDAM di Kota Padang dilakukan untuk memastikan pasokan air bersih kembali normal pascabencana. Intake Kampung Koto dan Intake Lubuk Paraku menjadi titik utama yang terdampak banjir dan lumpur.

Wako Padang Fadly Amran menjelaskan kondisi IPA Perumda AM Padang dihadapan Anggota DPR RI, Zigo Rolanda didampingi Dirut Perumda AM Kota Padang, Hendra Pebrizal. Ist

Kunjungan dilakukan bersama Wali Kota Padang, Wakil Ketua DPRD Sumbar, Kepala Balai BPBPK Sumbar, Kepala Balai P3KP Perumahan Sumatera III, perwakilan BWS Sumatera V, dan Direktur Utama PDAM Kota Padang.

Peninjauan pertama ke Intake Kampung Koto Kecamatan Nanggalo. Intake berkapasitas 500 liter per detik itu masih lumpuh akibat sedimen dan material yang menutup aliran. Proses pembersihan terus dilakukan agar suplai air bersih segera pulih.

Kemudian Intake Lubuk Paraku. Intake berkapasitas 200 liter per detik itu mengalami kondisi serupa. Pembersihan dan perbaikan menjadi prioritas agar air mengalir kembali ke rumah warga.

“Kita minta Pemerintah Kota merangkum seluruh data kerusakan akibat banjir. Data itu disiapkan untuk diserahkan kepada kementerian terkait demi percepatan penanganan lanjutan,”katanya.

Baca Juga:  Maigus Nasir Tinjau Kondisi Bocah Penderita Kanker di Bungus, Janji Bedah Rumah

Disebutkannya, arahan Presiden Prabowo mengenai relokasi juga dibahas. Pemerintah menyiapkan rumah khusus bagi masyarakat yang kehilangan tempat tinggal. Pemerintah Kota menyediakan lahan, sementara kementerian membangun hunian layak bagi warga terdampak.

Kedatangan Zigo disambut jajaran direksi Perumda Air Minum Kota Padang, termasuk Direktur Utama Hendra Pebrizal, Direktur Umum Afrizal Kuning, dan Direktur Teknik Andi Satria. Zigo menegaskan kebutuhan air bersih harus menjadi prioritas utama bagi warga.

“Air bersih adalah kebutuhan paling mendesak. Saya minta BPPW segera mengerahkan HU ke posko-posko pengungsian agar warga langsung terbantu,” tegasnya.

Dirut Perumda AM Kota Padang Hendra Pebrizal bersama Anggota DPR RI Zigo Rolanda meninjau kondisi intake Perumda AM Padang di Palukahan Koto Tangah,Ist

Direktur Utama Perumda AM Kota Padang Hendra Pebrizal menyampaikan kondisi instalasi pengolahan air saat ini. Beberapa IPA membutuhkan waktu perbaikan berbeda sesuai tingkat kerusakan.

“Untuk IPA yang kerusakannya tidak terlalu parah diharapkan bisa tuntas dalam 3-4 hari. Namun untuk IPA dengan kerusakan parah membutuhkan waktu lebih lama lagi. Untuk sementara kami akan coba pendistribusian air bersih secara bergiliran supaya penyaluran tetap merata. Semoga kondisi bahan baku air juga semakin membaik,” ujar Hendra pada akhir kata langsung.

Baca Juga:  Fadly - Maigus Pemenang Pilkada Kota Padang Dilantik pada 20 Februari 2025

Hendra menjelaskan tingginya kekeruhan air menjadi penyebab utama terhentinya proses pengolahan. Instalasi tidak mampu beroperasi pada tingkat kekeruhan ekstrem.

“Instalasi hanya mampu mengolah kekeruhan di bawah 10.000. Saat ini kekeruhan mencapai 29.400, praktis setara lumpur. Jika dipaksakan, infrastruktur bisa rusak,” jelas Hendra pada akhir kata langsung.

Petugas tetap membersihkan intake setiap kali hujan mereda. Endapan kembali menumpuk akibat curah hujan tinggi sehingga normalisasi belum optimal.

Dirut Perumda AM Kota Padang Hendra Pebrizal bersama Anggota DPR RI Zigo Rolanda meninjau kondisi intake Perumda AM Padang di Palukahan Koto Tangah,Ist

“Semua upaya ini dilakukan agar pelayanan pendistribusian air kepada masyarakat Kota Padang dapat segera kembali normal,” tambah Adhie Zein pada akhir kata langsung.

Gangguan distribusi air akibat banjir membuat bantuan Hidran Umum dan suplai air bersih menjadi prioritas. Kolaborasi antara balai teknis dan pemerintah daerah memegang peran penting dalam pemulihan layanan.

“Akses cepat sangat menentukan kenyamanan warga yang kini bertahan di posko,” ujar Adhie pada akhir kata langsung.

Kepala BPPW Sumbar menyatakan dukungan lapangan telah disiapkan. Ia memastikan 58 unit HU dan kendaraan water tanker siaga untuk memperkuat suplai air bersih ke posko banjir. (Bdr)