Peristiwa

Terisolasi Puluhan Tahun, Warga Batu Busuk dan Sungkai Impikan Jalan Beraspal

547
×

Terisolasi Puluhan Tahun, Warga Batu Busuk dan Sungkai Impikan Jalan Beraspal

Sebarkan artikel ini

Jika Malam Tiba Ratusan Warga Ditemani Lampu Togok

PADANG – Miris, ternyata belum segenap warga Padang Pinggiran Kota (Papiko) menikmati pembangunan. Buktinya, ratusan warga yang bermukim di Batu Busuk dan Sungkai Kelurahan Lambuang Bukik Kecamatan Pauh, sudah puluhan tahun tak tersentuh pembangunan peningkatan sarana jalan.

Tidak itu saja, warga Sungkai di lingkungan RT 03 /RW 02 dan warga Batu Busuk RT 01/RW 03 juga tidak mendapatkan akses sarana penerangan dari PLN.

Sehingga sehari hari warga menempuh jalan tanah. Dan mirisnya, ketika malam tiba, masyarakat di sana ditemani lampu togok. Kemudian, suasana di lingkungan mereka gelap gulita, karena tanpa listrik.

Musim hujan jalan tanah berlumpur dan sering terendam banjir. Sebaliknya, jika musim kemarau, jalan dipenuhi debu jika dilewati. Jadi menyulitkan aktivitas warga, termasuk akses pendidikan, akses ekonomi untuk distribusi hasil pertanian.

Ketua RT 03/RW 02 Sungkai Reni mengatakan, selama bertahun-tahun warga berjuang untuk mendapatkan penerangan listrik. Namun, karena akses jalan tak memadai, kendaraan PLN tidak bisa masuk membawa tiang listrik.

“Dengan gotong royong, warga mencoba mengangkat tiang listrik secara manual. Baru tiga tahun terakhir sebagian rumah mendapat penerangan listrik, sementara sisanya masih bergantung pada lampu togok (lampu minyak – red) dan lampu minyak tanah,” ujar Reni.

Baca Juga:  Taruna Luki FC Champion Turnamen Askot PSSI Padang U-15 Tahun 2025

Permintaan pengaspalan jalan sebenarnya telah disampaikan warga melalui jalur aspirasi kepada anggota legislatif saat Pemilu 2024. Namun, bantuan yang diberikan belum mencukupi.

“Dana aspirasi hanya cukup membangun beberapa meter jalan saja saja dengan urugan kerikil, padahal jalan yang dibutuhkan lebih kurang sepanjang 5 km dan lebar 12 meter,” ujar Reni, Selasa (22/4/2025).

Ketua RW 02, Basril menambahkan, untuk peningkatan jalan ini sebanyak 12 pemilik lahan telah menyatakan kesediaan mereka membebaskan tanah untuk pembangunan jalan.

“Warga sangat mendukung jika pemerintah mulai melakukan pengerjaan fisik. Kami mengalami banyak kerugian akibat sulitnya akses, termasuk hasil pertanian yang susah dipasarkan dan anak-anak yang terpaksa tidak sekolah saat hujan deras,” tuturnya.

Sungkai sendiri memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai kawasan ekowisata.

“Selain air yang jernih dan udara sejuk, ada lima Lobang Jepang bersejarah di kawasan perbukitan,” tambah Basril.

Baca Juga:  Maling Gentayangan di Kampung Jambak, Warga yang Resah Minta Polisi Tangkap Pelakunya

Senada, Ermida, Ketua RT 01/RW 03 Batu Busuk mengungkapkan, bahwa drainase di kiri kanan jalan belum tersedia, sehingga banjir kerap terjadi.

Di salah satu tikungan curam menuju Rimbo Panjang, pernah terjadi kecelakaan tragis yang membuat seorang anak mengalami cacat permanen.

“Kami butuh sekitar Rp2,5 miliar untuk betonisasi jalan sepanjang 5 km, dan Rp1 miliar lebih untuk membangun satu unit jembatan permanen sepanjang 100 meter,” kata Ermida.

Lurah Lambung Bukik, Andi Defriyan, menyatakan bahwa akses jalan sebenarnya bisa dilalui, namun masih berupa tanah dan sangat perlu dibetonisasi.

“Jika dibenahi, kawasan ini potensial untuk pertanian terpadu dan destinasi wisata,” ujarnya.

Kepala Dinas PUPR Kota Padang, Tri Hadiyanto ketika dikonfirmasi mengatakan, kebutuhan anggaran pembangunan jalan Sungkai dan Batu Busuk sudah masuk dalam rencana kerja Pemko Padang.

“Namun karena skala pekerjaan cukup besar, tidak bisa langsung ditangani melalui program operasional 2025. Perlu dilakukan perencanaan mendalam terlebih dahulu,” jelas Hadiyanto. (drd)