Peristiwa

Polemik Pembukaan TWA Gunung Marapi, Ternyata PVMBG Rekomendasikan tak ada Aktivitas 3 KM dari Kawah

915
×

Polemik Pembukaan TWA Gunung Marapi, Ternyata PVMBG Rekomendasikan tak ada Aktivitas 3 KM dari Kawah

Sebarkan artikel ini
Tampak sejumlah petugas melakukan evakuasi korban erupsi Gunung Marapi.Ist

PADANG – Pembukaan Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Marapi terus menjadi pertanyaan. Erupsi Gunung Marapi telah memakan korban jiwa, pada umumnya pendaki.

Meski Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) mengaku sudah konsultasi dengan Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), ternyata rekomendasi PVMBG menegaskan tetap melarang aktivitas masyarakat radius 3 kilometer (KM) dari kawah Gunung Marapi.

Tanggapan itu disampaikannya, terkait dengan permintaan rekomendasi oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar. PVMBG telah mengeluarkan rekomendasi terkait status Waspada (Level II) G. Marapi.

“Kita memang diundang rapat untuk minta rekomendasi. Tapi kita tetap dengan rekomendasi masyarakat/wisatawan tidak beraktivitas dalam radius 3 km dari kawah,”Kepala Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Hendra Gunawan dihubung, Selasa (5/12/2023).

Baca Juga:  Korban Rusuh Wamena, Putri: Suami dan Anak Saya Sudah Tiada, Saya Tidak Akan Balik Lagi

Dipaparkannya, PVMBG memang diundang BKSDA untuk rapat pada tanggal 11 Juli 2023. Bertempat di kantor BKSDA jalan Khatib Sulaiman. Surat undangan tersebut tetanggal 7 Juli 2023.

Undangan BKSDA pada PVMBG yang merekomendasikan jangan ada aktivitas 3 KM dari kawah Marapi.ist

“Kita memang diajak rapat, tapi kita tetap dengan rekomendasi, kawah tidak boleh didekati berjarak 3 km. Untuk semuanya, baik masyarakat atau pendaki,”sebutnya.

Bahkan, katanya PVMBG sudah mensosialisasikan pada masyarakat 2 kali dalam satu bulan akan bahaya erupsi Gunung Marapi.

“Peringatan itu dilakukan kita lakukan bertahun-tahun,”tambhanya.

Dijelaskannya, sifat dari erupsi Gunung Marapi itu sangat sulit dideteksi, bahkan pengamatan secara visual yang dilakukan pada tanggal 14 Oktober 2023 di kawah aktif Gunung Marapi.

Tidak terlihat adanya aktivitas Vulaknik hal inilah yang membuat kita dan juga masyarakat gunung ini aman karena tidak terlihat adanya aktivitas vulaknik apapun.

Baca Juga:  Temu Ramah PJS dengan Wawako Bukittinggi, Marfendi: Tingkatkan Kualitas, Jadilah Wartawan yang Kompeten

“Hal inilah yang sangat berbahaya, diam seperti ini, oleh karenanya relasinya kenapa ada status Level II artinya lebih ke preventif karena secara visual memang tidak apa-apa dan secara kegempaan mungkin hanya ada satu gempa per bulan,” ungkap Hendra.

Karena sejarah erupsi kerap terjadi selalu terjadi maka, PVMBG mengeluarkan rekomendasi 3 Km dari kawah itu berdasarkan statistik adanya erupsi setiap 2 hingga 4 tahun hanya tanggal dan bulannya tidak pernah dapat diketahui.

“Rekomendasi masyarakat tidak beraktifitas apapun dalam radius 3 Km dikeluarkan PVMBG mengambil skenario terburuk karena berdasarkan statistik kejadian 3 km merupakan jarak terdampak. Dampaknya itu selalu disekitar puncak, dan itu sebenarnya buffer buat kita diyakinkan aman dan kami berharap semua pihak mematuhi ini semua,” pungkas Hendra.(Bdr)