Peristiwa

Korban Rusuh Wamena, Putri: Suami dan Anak Saya Sudah Tiada, Saya Tidak Akan Balik Lagi

242
×

Korban Rusuh Wamena, Putri: Suami dan Anak Saya Sudah Tiada, Saya Tidak Akan Balik Lagi

Sebarkan artikel ini
Putri (30), korban kerusuhan Wamena disambut sanak keluarga di BIM, Kamis (10/10/2019).ist

PADANG – Perantau Minang korban kerusuhan di Wamena, Putri (30) tiba di Padang. Putri adalah salah satu korban yang keluarganya meninggal akibat kerusuhan.

Didampingi keluarga, perantau asal Kambang, Kecamatan Lengayang ini tampak masih tersedu. Matanya memerah. Mengenakan jilbab abu-abu, diwajahnya terlihat bekas luka yang sudah menghitam. Dia memaksakan diri tersenyum, matanya tetap sembab.

Tiba di BIM, dia digiring menggunakan kursi roda, tatapannya kosong, berusaha terlihat tegar. Sejumlah kerabat sudah menunggu, keramaian BIM sedikit menghiburnya.

Putri tiba di Bandara Internasional Minangkabau (BIM), sekitar pukul 17.40 WIB Kamis, (10/10/2019). Kedatangannya disambut Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit. Selain itu juga keluarganya dari Pesisir Selatan.

BACA JUGA  Pengedar Sabu Sekaligus Penanam Ganja Diciduk Satnarkoba Polres Pasbar 

Putri adalah isteri dari Syafrianto (36) korban meninggal yang jenazahnya sudah dikuburkan di Lengayang Pessel. Anak Putri, Rizky (4) juga meninggal akibat luka dialaminya.

Sementara Putri saat kejadian itu lengan dan dada kiri, bahu kanan dan kiri, kaki kanan dan kiri kena panah. Dia sempat melarikan diri.

“Saya sudah senang sekali bertemu keluarga, sampai di Padang. Sudah tidak ada rasa lagi, sudah tidak ada rasa sakit lagi. Saya sudah ada komunikasi dulu sama keluarga,”sebut Putri.

Menjadi korban kerusuhan, anaknya meninggal dan suaminya meninggal di depan matanya. Putri juga mengalami luka-luka, selain kena panah juga luka lainnya. Begitu sampai di Padang, Putri langsung dibawa ke Rumah Sakit RST M Djamil.

BACA JUGA  Tim F1QR Satrol Lantamal II Padang Evakuasi Mayat Pria Tak Dikenal 

“Tidak akan lagi, saya tidak akan lagi ke Papua. Apalagi yang saya cari disana, saya tidak balik lagi. Suami saya sudah tiada, anak saya sudah meninggal. Kios semuanya sudah dibakar,”dengan mata memerah.

Putri cukup lama merantau ke Wamena. Suaminya lebih dulu sampai di Wamena.
“Saya sudah empat tahun di Papua, suami saya enam tahun. Kerja dagang, tidak ada keinginan lagi ke papua.

Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit mengatakan, Pemprov Sumbar akan membantu semaksimal mungkin. Mulai dari perawatan, termasuk proses pengurusan harta bendanya dari Wamena nantinya.

Comment