Pariwisata

Keramahan dan Kebersihan masih Kurang, Pelaku Wisata Sumbar Harus Kuatkan Sadar Wisata

736
×

Keramahan dan Kebersihan masih Kurang, Pelaku Wisata Sumbar Harus Kuatkan Sadar Wisata

Sebarkan artikel ini
Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekraf Dinas Pariwisata (PSDPE Dispar) Sumbar, Raymon membuka bimtek bagi pelaku usaha ekraf baru Senin (15/5/2023) di Hotel Mercure.Ist

PADANG – Pelaku pariwisata diminta untuk memperbaiki keramahtamahan dan kebersihan. Karena dua faktor tersebut masih menjadi kekurangan pariwisata Sumbar.

“Kalau keindahan alam tidak perlu dipertanyakan lagi, budaya dan kulinernya kita sangat unggul. Hanya saja masih ada beberapa kekurangan yang perlu kita benahi,”sebut Kepala Dinas Pariwisata Sumbar melalui Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekraf Dinas Pariwisata (PSDPE Dispar) Sumbar, Raymon pada bimtek bagi pelaku usaha ekraf baru Senin (15/5/2023) di Hotel Mercure.

Dikatakannya, peran masyarakat dan pelaku pariwisata sangat penting dalam memperbaiki kekurangan tersebut. Terutama kesadaran masyarakat di objek wisata.

Masyarakat sadar wisata yakni, masyarakat yang mengerti dan memahami bagaimana menjaga dan mengelola suatu objek wisata, sehingga pengunjung betah.

Baca Juga:  Memajukan Pariwisata Sumbar, Evi Yandri: Tak Ada Salahnya Mengadopsi Komitmen Masyarakat Bali

Menurutnya, kesadaran tersebut masih kurang dari masyarakat pelaku pariwisata. Orang Sumbar dinilai masih kurang ramah, begitu juga kebersihan yang belum terjaga.

“Kata pak Wagub, kita masih kurang ramah. Begitu juga kebersihan kita belum terjaga,”ujarnya.

Dikatakannya, meski pengelola objek wisata sudah mengelola objek miliknya secara optimal. Tetap diperlukan upaya pengembangan destinasi sesuai prinsip pengelolaan pariwisata.

Di antaranya dengan konsep 3A yakni atraksi, aksesibilitas, dan amenitas. Sehingga, pengelolaan berjalan baik dan destinasi tersebut banyak diminati.

Ditambahkan, atraksi adalah apa yang bisa dilihat dan dilakukan oleh wisatawan di destinasi tersebut. Bisa keindahan alam, budaya masyarakat setempat, peninggalan bangunan bersejarah, serta atraksi buatan seperti sarana permainan dan hiburan. Ini harus unik dan berbeda.

Baca Juga:  Bupati Tanah Datar Ikuti Pertemuan Menteri E-Kraf dan Konten Kreator di Makasar

Aksesibilitas adalah sarana dan infrastruktur untuk menuju destinasi, seperti jalan raya, ketersediaan sarana transportasi, dan rambu-rambu penunjuk jalan.

Sementara, amenitas adalah fasilitas di luar akomodasi, seperti rumah makan, restoran, toko cinderamata, dan fasilitas umum seperti sarana ibadah, kesehatan, taman, dan lain-lain.

Bimtek tersebut berlangsung selama dua hari dari tanggal 15 hingga 16 Mei 2023. Atas dukungan pokok-pokok pikiran Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat Fraksi Gerindra, Yunisra Syahiran.

Diikuti sebanyak 50 peserta dari pelaku wisata dan ekonomi kreatif.(Bdr)