Umum

Ekspedisi Padang -Solok (4) Hari Kelima, Rasa Puas Menyelimuti Tim Ekspedisi Telah Mencapai Tujuan

1102
×

Ekspedisi Padang -Solok (4) Hari Kelima, Rasa Puas Menyelimuti Tim Ekspedisi Telah Mencapai Tujuan

Sebarkan artikel ini

DARI sejumlah peserta rombongan Ekspedisi Padang – Solok terucap kata syukur, Alhamdulilah, sudah nyaris sampai ke lokasi tujuam yang disepakati. Dari jauh, lamat lamat telah terlihat pemukiman warga Kabupaten Solok.

DASMAN BOY – – – – Kota Padang Sumbar

Selasa (13/12 /2022) tepatnya hari kelima, tim Ekspedisi Padang – Solok yang masih utuh berjumlah 35 orang (4 perempuan + 31 laki-laki) yang melibatkan mahasiswa pecinta alam dan kelompok pecinta alam, telah memasuki lahan peladangan masyarakat.

Yang sebelumnya, tim hanya menemukan tumbuhan liar layaknya hutan belantara, sekarang peserta ekspedisi telah menemukan tanaman tanaman komoditi yang dibudidayakan masyarakat. Sehingga, para rombongan membathin, membuktikan mereka sudah memasuki kawasan pemukiman masyarakat.

Foto bersama saat memasuki kawasan Kabupaten Solok

“Alhamdulillah kami dan rombongan sudah memasuki peladangan Koto Sani Kabupaten Solok. Insya Allah besok (Rabu 14/12/2022) rombongan akan memasuki Nagari Koto Sani.
Kondisi tim masih utuh lengkap 35 orang dan dalam kondisi sehat dan semangat,” tulis Evi Yandri Rajo Budiman legislator Provinsi Sumbar dari Fraksi Gerindra, WhatsApp Grup tim ekspedisi, Selasa kemarin.

Rombongan memasuki lahan peladangan masyarakat Kabupaten Solok menjelang senja, setelah sehari sebelumnya mereka meninggalkan Bukit Sitinjau Lawiek. Kemudian melalui rute antara TJ 20 melintasi TJ 21, selanjutnya memasuki Camp IV.

Rombongan ketika menuruni rute yang telah masuk Kabupaten Solok

Di antara rute yang dilalui rombongan, merupakan alam yang begitu luas menyimpan banyak hal-hal yang mengagumkan. Mulai dari bentangan pegunungan, hamparan hutan, semuanya tampak memesona. Bisa menikmati keindahan alam sudah semestinya jadi hal yang patut disyukuri. Kata-kata tentang alam bisa jadi ungkapan rasa syukur mendalam tersebut.

Tidak saja disyukuri, alam yang sedemikian indah juga harus senantiasa dijaga. Walaupun pada kenyataannya masih banyak sekelompok oknum orang yang memilih abai terhadap kelestarian alam. Banyak perilaku manusia yang tanpa sadar justru merusak alam. Kata-kata tentang alam dapat menjadi satu imbauan bijak tentang pentingnya menjaga kelestarian.

Semua orang mempunyai caranya sendiri untuk mencintai alam, satu di antaranya adalah dengan cara menjaga dari orang-orang yang serakah di luar sana. Kemudian, di antaranya melakukan pendakian gunung serta menggelar ekspedisi perjalanan sebuah rute yang ekstrim dan menantang.

Wajah rombongan anggota tim ekspedisi terlihat gembira karena nyaris sampai

Jika itu tercapai, tentu tak bisa dilukiskan sebuah kepuasan secara lahir dan bhatin. Tentu semua itu menjadi catatan tersendiri dalam perjalanan hidup bagi yang pernah menaklukkan alam yang penuh misteri tersebut. Juga, menyangkut hal alam dan lingkungan, menganjurkan berguru kepada alam, yakni “alam takambang jadi guru” .

Sebagai pecinta alam telah tertanam, jangan mengambil apapun selain gambar, jangan meninggalkan apapun selain jejak, Jangan membunuh apapun selain waktu.

Kemudian, alam adalah tempat belajar paling asik. Alam mampu mengajarkan kita tentang rasa syukur, alam mampu mengajarkan kita untuk belajar ikhlas, alam akan memberi pengalaman yang tak akan pernah kita lupakan, dari alam kita belajar bagaimana mencintai diri sendiri tanpa harus membandingkan dengan kelebihan atau pun kekurangan orang lain.

Menjelang senja, Selasa (13/12 /22) dari kejauhan telah terlihat pemandangan Kota Solok

Sesuai, yang dijadwalkan perjalanan ekspedisi Padang – Solokm merambah hutan belantara ekstrem selama 6 hati, 9 hingga 14 Desember 2022, telah rombongan apliksikan. Dan sesuai jadwal, rombongan akan dilakukan penjemputan dengan sederhana pada hari keenam, Rabu (14/12 /2022).

Rombongan yang tediri dari unsur Mapala, Kelompok Pecinta Alam (KPA) Bias, Aktivis Lingkungan Arkeologi, Pembaca Peta Lama, Kasi Cagar Budaya, Tim Medis dan Permuseuman Dikbud Kota Padang.

Kemudian Tim Pemetaan dan Eksplorasi Tambang dan Tim Jelajah Cagar Budaya Kota Padang,
Komunitas Flora dan Fauna
Komunitas Pecinta Reptil dan Ampibi ini bakal istirahat terlebih dahulu di titik kumpul di Jorong Ujuang Ladang Nagari Koto Sani Kecamatan X Koto Singkarak Kabupaten Solok.

Sebagian anggota rombongan istirahat sejenak di bawah guyuran gerimis

Pasca Ekspedisi Padang – Solok yang dikomandoi anak nagari Pauh IX Kuranji ini kelak jejak-jejak mereka membelah hutan rimba perawan akan tetap catatan masyarakat Kota Padang khususnya dan Sumbar umumnya. Tentu diharapkan menjadi motivasi bagian generasi muda pada masa mendatang untuk berbuat lebih baik lagi, dalam menghargai jasa para pahlawan bangsa dalam meretas rute Padang – Solok dalam bergerilya dalam mempertahkan kemerdekaan dari kolonial penjajah. (bersambung)

Baca Juga:  Danlantamal II Padang Gelar Ziarah Nasional di TMP Lolong